Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Ditinjau oleh: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien.
Susu kedelai merupakan salah satu minuman nabati yang semakin populer di masyarakat. Selain dikenal sebagai alternatif pengganti susu sapi, susu kedelai juga memiliki beragam kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak heran jika banyak orang mulai memasukkan susu kedelai ke dalam pola makan sehari-hari, baik untuk mendukung gaya hidup sehat maupun program diet.
Bagi sebagian orang yang memiliki intoleransi laktosa atau memilih pola makan berbasis nabati (plant-based diet), susu kedelai menjadi pilihan yang praktis dan bergizi. Namun, apakah manfaat susu kedelai benar-benar baik untuk kesehatan? Apa saja kandungan gizi di dalamnya? Berapa kalori susu kedelai? Dan bagaimana cara membuatnya sendiri di rumah? Yuk, simak ulasan lengkap berikut bersama NutriExpert Dapur Umami!
Susu kedelai dibuat dari kacang kedelai yang direndam, dihaluskan, kemudian disaring hingga menghasilkan cairan berwarna putih menyerupai susu. Karena berasal dari kacang-kacangan, susu kedelai mengandung berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh.
Berdasarkan data komposisi pangan USDA FoodData Central, satu gelas susu kedelai tanpa pemanis umumnya mengandung sekitar 7 gram protein. Susu kedelai juga mengandung beberapa mineral, seperti kalium, magnesium, dan fosfor. Pada beberapa produk siap minum, susu kedelai juga bisa ditambahkan kalsium, vitamin D, dan vitamin B12, sehingga kandungan gizinya dapat berbeda-beda tergantung produknya.
Salah satu keunggulan utama susu kedelai adalah kandungan proteinnya yang relatif tinggi dibandingkan minuman nabati lainnya. Protein berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mendukung fungsi metabolisme.
Baca Juga: Beda Jenis Susu, Beda Juga Lho Kegunaannya
Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat penting bagi tubuh. Menariknya, protein pada kedelai termasuk protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Mengonsumsi susu kedelai dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian, terutama bagi vegetarian, vegan, atau mereka yang ingin mengurangi konsumsi produk hewani.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi produk kedelai dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Kandungan protein kedelai dan lemak tak jenuh di dalamnya dapat membantu menjaga kadar kolesterol darah tetap terkendali. Selain itu, susu kedelai umumnya tidak mengandung kolesterol sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih ramah bagi kesehatan kardiovaskular dibandingkan beberapa produk susu tinggi lemak.
Bagi Anda yang sedang menjalani program diet, susu kedelai dapat menjadi salah satu pilihan minuman yang mengenyangkan. Kandungan protein dan seratnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan. Jika memilih susu kedelai tanpa tambahan gula, asupan kalori harian juga dapat lebih terjaga.
Banyak produk susu kedelai saat ini telah diperkaya dengan kalsium dan vitamin D. Kedua zat gizi tersebut berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis. Bagi orang yang tidak mengonsumsi susu sapi, susu kedelai fortifikasi dapat menjadi salah satu alternatif sumber kalsium yang baik.
Isoflavon yang terdapat dalam kedelai termasuk kelompok antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis dan mempercepat proses penuaan. Oleh karena itu, konsumsi makanan dan minuman kaya antioksidan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat.
Intoleransi laktosa adalah kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna gula alami yang terdapat pada susu sapi karena susu kedelai secara alami tidak mengandung laktosa, minuman ini dapat menjadi alternatif yang nyaman dikonsumsi oleh individu dengan intoleransi laktosa tanpa menimbulkan keluhan pencernaan seperti kembung atau diare.
Semakin banyak orang yang beralih ke pola makan berbasis tumbuhan karena alasan kesehatan maupun keberlanjutan lingkungan. Susu kedelai menjadi salah satu pilihan populer karena menawarkan kandungan protein yang cukup tinggi dibandingkan dengan banyak minuman nabati lainnya, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Kalori susu kedelai dapat berbeda-beda tergantung pada cara pengolahan dan tambahan bahan lainnya. Secara umum:
Karena itu, selalu periksa informasi nilai gizi pada kemasan jika Anda membeli produk siap minum.
Selain membeli produk jadi, Anda juga dapat membuat susu kedelai sendiri di rumah dengan bahan yang sederhana.
Bahan (± 6–8 porsi):
Informasi Porsi:
Resep ini menghasilkan sekitar 1,5–1,8 liter susu kedelai atau setara dengan 6–8 gelas sajian (±250 ml per gelas), tergantung tingkat kekentalan yang diinginkan.
Cara Membuat:
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal, sebaiknya hindari penambahan gula berlebihan.
Agar manfaat susu kedelai dapat diperoleh secara optimal, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
Susu kedelai merupakan minuman nabati yang kaya zat gizi dan dapat menjadi pilihan sehat untuk berbagai kalangan. Kandungan protein, vitamin, mineral, serta antioksidan alami di dalamnya memberikan berbagai manfaat, mulai dari mendukung kesehatan jantung, menjaga berat badan ideal, membantu memenuhi kebutuhan protein, hingga menjadi alternatif bagi penderita intoleransi laktosa. Meski demikian, penting untuk memilih produk dengan kandungan gula rendah dan mengonsumsinya sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Dengan cara tersebut, manfaat susu kedelai dapat diperoleh secara optimal untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan gizi yang berbeda-beda. Jika Anda masih memiliki pertanyaan mengenai kebutuhan gizi keluarga, pola makan sehat, pengaturan berat badan, maupun topik gizi lainnya, jangan ragu untuk memanfaatkan fitur Tanya NutriExpert di Dapur Umami.