Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Penulis: Azzahra Ilka Aulia
Cuaca sedang panas-panasnya, tidak ada yang lebih menyenangkan selain menikmati dessert dingin, seperti es krim atau gelato. Sekilas keduanya terlihat mirip, sama-sama lembut, manis, dan menyegarkan. Tapi ternyata, ada yang membedakan gelato dan es krim, lho!
Mulai dari bahan dasar, cara pembuatan, tekstur, sampai suhu penyajiannya. Yuk, kita bahas perbedaan es krim dan gelato agar kamu bisa tahu mana yang paling cocok untuk kamu.
Mulai dari kandungan lemak, tekstur, hingga suhu penyajiannya, ternyata gelato dan es krim punya banyak perbedaan. Yuk, cari tahu apa saja yang membedakan keduanya.
Es krim berasal dari Eropa dan Amerika, berkembang pesat di abad ke-18 ketika teknologi pendingin mulai ditemukan. Es krim dibuat sebagai sajian manis yang creamy, ringan, dan cocok untuk semua kalangan.
Sementara itu, gelato berasal dari Italia, kata “gelato” berarti “beku” dalam bahasa Italia. Masyarakat Italia membuatnya dengan filosofi, menonjolkan rasa bahan utama, bukan hanya rasa manis atau lemaknya.
Es krim biasanya mengandung lebih dari 10% lemak susu, bahkan bisa mencapai 18%. Lemak ini berasal dari krim dan kuning telur yang digunakan dalam adonannya. Inilah yang membuat es krim terasa sangat creamy dan lembut.
Gelato justru punya kandungan lemak yang lebih rendah, sekitar 4–9% saja. Gelato lebih banyak menggunakan susu dibandingkan krim, bahkan sering kali tidak memakai kuning telur sama sekali. Teksturnya tetap lembut, tapi lebih ringan di mulut.
Selama proses pembuatannya, es krim dan gelato dikocok (churned) agar adonannya lembut dan tidak jadi bongkahan es. Es Krim dikocok dengan kecepatan tinggi sehingga banyak udara masuk ke dalam adonan, proses ini disebut overrun. Udara bisa mencapai hingga 50% dari volume total.
Gelato dikocok dengan kecepatan lebih rendah, menghasilkan udara yang jauh lebih sedikit (sekitar 20–30%). Oleh karena itu, teksturnya jadi lebih padat (dense) dan lembut. Saat kamu menyendok gelato, terasa sedikit “berat” dan “chewy” di lidah.
Es krim disajikan dalam suhu yang lebih dingin, sekitar -18°C. Di suhu ini, es krim tetap padat dan tahan lama di freezer. Tapi efeknya, rasa bisa sedikit “tertutup” karena suhu dingin cenderung membuat lidah mati rasa sementara.
Gelato disajikan di suhu yang lebih hangat, sekitar -12°C sampai -15°C. Kamu bisa merasakan bahan dasarnya lebih jelas, entah itu rasa cokelat yang pekat, buah yang segar, atau kacang yang gurih.
Soal rasa, semuanya balik lagi ke selera. Es krim terasa lebih ringan, creamy, dan manis. Cocok untuk yang suka dessert lembut dan menggoda.
Gelato lebih padat, halus, dan intens rasanya. Rasa bahan utamanya benar-benar terasa, dengan manis yang lebih seimbang.
Selain tekstur dan rasa, cara penyajian keduanya juga punya perbedaan. Es krim biasanya disajikan dengan scoop bulat rapi dan cenderung keras kalau baru keluar dari freezer. Cocok dinikmati di cone, cup, atau dicampur dengan topping.
Gelato karena lebih lembut dan padat, sering disajikan dalam bentuk yang lebih artistik. Di Italia, gelato biasanya disajikan dalam wadah stainless besar dan disendok dengan spatula, bukan sendok bulat.
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan kalau gelato dan es krim ternyata punya perbedaan, mulai dari bahan dasar, kandungan lemak, udara, hingga suhu penyajiannya.
Keduanya sama-sama lezat, tapi sensasi yang diberikan berbeda. Kalau kamu ingin dessert yang ringan dan creamy, es krim bisa jadi pilihan. Tapi kalau kamu suka rasa yang lebih kuat dan tekstur lembut yang padat, gelato jelas pilihannya.
Kalau kamu lagi ingin cari inspirasi dessert atau ide camilan manis lainnya, kamu bisa temukan banyak banget resep lezat di Dapur Umami!
Segera unduh Aplikasi Dapur Umami di Google Play Store dan temukan resep Teruji Umami, tips masak praktis, sehat, dan cara bikin menu harian yang menyenangkan setiap hari.