Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Selama ini, pisang dikenal sebagai buah favorit sejuta umat karena rasanya enak, praktis, dan mudah diolah. Menariknya, bagian yang sering luput dari perhatian justru menyimpan banyak manfaat, yaitu kulit pisang.
Di balik tampilannya yang sederhana, kulit pisang mengandung berbagai senyawa alami yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, perawatan diri, hingga tanaman.
Inilah salah satu contoh nyata bagaimana kita bisa lebih bijak memanfaatkan bahan secara maksimal, sejalan dengan semangat Too Good To Waste dari Dapur Umami yang mengajak kita melihat potensi bahan makanan dari sudut pandang yang lebih luas.
Kandungan gizi pada kulit pisang umumnya tidak jauh berbeda dengan buahnya. Berikut ini adalah berbagai kandungan gizi yang terdapat pada kulit pisang:
Bukan cuma itu, kulit pisang juga kaya antioksidan seperti fenolik, flavonoid, tanin, karotenoid, dan polifenol. Selain itu, kulit pisang punya senyawa antiinflamasi dan antimikroba yang ampuh buat melawan bakteri, jamur, bahkan ragi.
Kulit pisang ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, lho, berkat kandungan zat gizi dan antioksidannya yang melimpah. Yuk, simak manfaatnya berikut ini!
Kulit pisang bisa membantu membuat kulit wajah menjadi lebih cerah, mengurangi kerutan, meredakan mata bengkak, melembapkan kulit, hingga menyamarkan noda bekas jerawat.
Bahkan, kulit pisang juga sering digunakan untuk mengatasi psoriasis dan menghilangkan kutil. Caranya cukup mudah, cukup oleskan kulit pisang ke wajah atau bagian kulit yang membutuhkan perawatan.
Meskipun belum sepenuhnya teruji secara klinis, kandungan antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi dalam kulit pisang dipercaya dapat memberikan efek positif bagi kulit.
Kulit pisang juga mengandung senyawa seperti polifenol, karotenoid, dan antioksidan lainnya yang membantu melawan radikal bebas penyebab kanker. Menurut jurnal pada Journal of Functional Foods kulit pisang mengandung flavonoid yang diduga berpotensi sebagai antikanker. Flavonoid dapat menghambat aktivitas enzim ROS-scavenging, menginduksi apoptosis, menahan siklus sel, kemudian menekan produksi tumor.
Kulit pisang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental. Kandungan triptofan dalam kulit pisang dapat diubah menjadi serotonin yang merupakan zat yang membantu meningkatkan suasana hati.
Ditambah dengan vitamin B6 yang membantu meningkatkan kualitas tidur, efek ini dapat membantu mengurangi gejala depresi dan gangguan suasana hati.
Pada jurnal yang dipublikasikan dalam Pakistan Journal of Pharmaceutical Sciences menyebutkan bahwa kandungan fitokimia dalam daging buah dan kulit pisang memiliki efek terapeutik untuk membantu mengatasi kecemasan, depresi, dan gangguan memori yang mungkin disebabkan oleh mekanisme antioksidannya.
Ingin rambut yang lembut dan berkilau? Kulit pisang bisa menjadi solusinya! Kandungan antioksidannya membantu mencegah kerusakan rambut akibat radikal bebas, sehingga rambut tetap sehat, kuat, dan berkilau.
Lagi pusing dan tidak ada kompres dingin di rumah? Tenang, kulit pisang yang sudah didinginkan bisa menjadi alternatif. Letakkan di dahi atau belakang leher, dan rasakan sensasi dinginnya yang dapat membantu meredakan sakit kepala.
Yuk, kenalan lebih dekat dengan manfaat kulit pisang yang mungkin belum banyak kamu tahu!
Buat kamu yang hobi berkebun atau punya tanaman hias, kulit pisang bisa jadi pilihan untuk perawatan. Kandungan kalium di dalamnya bermanfaat untuk membantu pertumbuhan tanaman agar lebih sehat dan kuat.
Kulit pisang bisa dimanfaatkan dengan cara sederhana, misalnya direndam dalam air lalu airnya digunakan untuk menyiram tanaman. Hasilnya, tanaman bisa terlihat lebih segar dan subur secara alami.
Permukaan bagian dalam kulit pisang yang lembut ternyata bisa dimanfaatkan untuk membersihkan benda tertentu, seperti sepatu kulit, tas, atau perabot berbahan kulit sintetis. Cukup gosokkan bagian dalam kulit pisang, lalu lap dengan kain bersih.
Cara ini membantu menjaga tampilan barang tetap bersih dan mengilap dengan bahan yang mudah ditemukan di dapur. Praktis dan ramah di kantong.
Kulit pisang juga sering digunakan sebagai perawatan kulit sederhana. Kandungan antioksidan dan sifat alaminya dipercaya dapat membantu menjaga kelembapan kulit.
Beberapa orang memanfaatkannya dengan cara menggosokkan bagian dalam kulit pisang ke area kulit tertentu, lalu dibilas setelah beberapa menit. Meski sederhana, cara ini cukup populer sebagai alternatif perawatan alami di rumah.
Baca Juga: Manfaat Kulit Ubi yang Jarang Diketahui
Selain dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, kulit pisang juga bisa diolah menjadi hidangan yang lezat dan bergizi. Tidak heran kalau di beberapa daerah, kulit pisang sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan masakan rumahan.
Kulit pisang ternyata bisa dimanfaatkan menjadi camilan yang lezat dan mudah dibuat. Dengan pengolahan yang tepat, teksturnya berubah menjadi empuk di dalam dan renyah di luar. Resep Kulit Pisang Goreng ala Chef Nadya ini kamu recook di rumah.
Kulit pisang juga bisa diolah menjadi sajian manis yang lembut, salah satunya bolu kulit pisang. Dengan proses pengolahan yang tepat, kulit pisang dapat dihaluskan dan dicampurkan ke dalam adonan bolu, menghasilkan tekstur yang moist serta aroma yang khas.
Kreasi bolu ini memanfaatkan kulit pisang sebagai bagian dari adonan sehingga rasa manis alaminya bisa berpadu dengan bahan lain, seperti telur, gula, dan tepung.
Selain menghadirkan camilan rumahan yang berbeda, bolu kulit pisang juga menjadi contoh kreatif bagaimana satu bahan bisa dimaksimalkan fungsinya lewat olahan yang sederhana tapi menarik.
.
Kulit pisang bisa diolah jadi berbagai hidangan menarik, asalkan dipersiapkan dengan cara yang tepat.
Supaya aman, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mulai mengolahnya.
Siapa sangka, kulit pisang yang sering terlewat ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Dari perawatan tanaman, kebersihan rumah, perawatan diri, hingga olahan masakan semuanya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan mudah.
Lewat kebiasaan sederhana di dapur, kita bisa belajar bahwa satu bahan bisa punya lebih dari satu fungsi. Bukan soal rumit atau tidak, tapi soal kebiasaan dan sudut pandang.