Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Penulis: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
Beras kencur adalah salah satu jamu tradisional Indonesia yang telah dikenal luas karena rasa segarnya yang khas serta beragam manfaat bagi kesehatan. Kombinasi beras, kencur, jahe, gula merah, dan rempah menghasilkan minuman herbal dengan aktivitas antioksidan yang baik dan kualitas mikrobiologi yang aman, sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian Indonesian Food & Nutrition Progress (2017). Jamu beras kencur diyakini dapat mendukung fungsi pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu pemulihan energi secara alami. Berikut ini, kita akan membahas lebih lanjut manfaat jamu beras kencur, yuk simak terus!
Setiap bahan dalam jamu beras kencur menyumbang komponen bioaktif yang saling melengkapi. Cari tahu bagaimana kombinasi kencur, beras, dan jahe tidak hanya memberi rasa khas, tetapi juga mendukung fungsi kesehatan
Kencur (Kaempferia galanga L.) mengandung minyak atsiri, yaitu senyawa alami yang memberi aroma khas pada jamu beras kencur. Salah satu komponen utamanya, ethyl p-methoxycinnamate, telah banyak diteliti dan diketahui membantu meredakan peradangan ringan di dalam tubuh. Selain itu, minyak atsiri kencur juga memiliki sifat antimikroba dan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari gangguan kesehatan. Karena itulah, kencur tidak hanya berperan sebagai pemberi rasa dan aroma, tetapi juga turut mendukung manfaat kesehatan dari jamu beras kencur.
Beras merupakan sumber karbohidrat kompleks yang berperan sebagai pemasok energi utama bagi tubuh. Karbohidrat jenis ini dicerna secara bertahap, sehingga energi dilepaskan lebih stabil dan membantu mengurangi rasa lemas atau cepat lapar. Dalam jamu beras kencur, beras berfungsi sebagai penyeimbang bahan herbal dengan memberikan efek mengenyangkan dan stamina tambahan. Kombinasi energi dari beras dan senyawa aktif dari rempah membuat jamu ini terasa menyegarkan sekaligus mendukung aktivitas harian.
Jahe mengandung senyawa aktif bernama gingerol, yang memberi rasa hangat sekaligus berperan dalam manfaat kesehatannya. Gingerol dikenal memiliki sifat anti-inflamasi, sehingga dapat membantu meredakan peradangan ringan dan rasa tidak nyaman pada tubuh. Selain itu, gingerol juga bersifat antioksidan, yang membantu tubuh melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Inilah sebabnya jahe sering digunakan dalam jamu untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran secara alami.
Kombinasi kencur, jahe, dan bahan herbal lainnya membuat jamu beras kencur mengandung antioksidan alami, termasuk flavonoid dan senyawa fenolik. Antioksidan berperan penting dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini dan gangguan kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jamu beras kencur memiliki aktivitas antioksidan yang cukup baik, sehingga berpotensi mendukung daya tahan tubuh. Konsumsi jamu ini dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah asupan antioksidan dari bahan alami.
Baca Juga: 15 Jenis Rempah Populer di Indonesia Beserta Kegunaannya
Kandungan beras membantu menyediakan energi, sementara kencur memberi efek menyegarkan sehingga tubuh terasa lebih bertenaga saat lemas.
Aroma dan rasa khas kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga jamu ini sering diberikan saat selera makan menurun.
Kencur membantu mengencerkan dahak dan menenangkan tenggorokan, sehingga pernapasan terasa lebih lega.
Kandungan flavonoid dan gingerol berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas.
Efek hangat dari kencur membantu merilekskan otot dan mengurangi rasa pegal setelah aktivitas fisik.
Sifat karminatif kencur membantu mengurangi gas berlebih di saluran cerna sehingga perut terasa lebih nyaman.
Kandungan gingerol dari jahe membantu meredakan rasa mual ringan dan memberi sensasi segar pada lambung.
Beras menyumbang serat dalam jumlah kecil yang membantu melancarkan pergerakan usus dan mendukung pencernaan.
Jamu beras kencur sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut atau diare, menurunkan nafsu makan, dan membuat tubuh merasa tidak nyaman.
Batas aman atau normal untuk konsumsi jamu beras kencur ini umumnya adalah sekitar 1–2 gelas per hari (sekitar 100–150 ml per gelas) untuk orang dewasa, dan porsi yang lebih kecil untuk anak-anak, sambil memperhatikan reaksi tubuh. Pastikan bahan yang digunakan bersih dan diolah dengan higienis agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal.
Jamu beras kencur hangat memberi sensasi nyaman di tubuh dan membantu meredakan masuk angin, batuk ringan, serta rasa tidak enak di tenggorokan.
Disajikan dingin, jamu beras kencur terasa lebih segar dan cocok diminum setelah beraktivitas atau saat cuaca panas.
Penambahan madu dapat membantu mendukung daya tahan tubuh sekaligus memperkaya rasa tanpa perlu tambahan gula berlebih.
Jamu beras kencur memiliki beragam manfaat bagi tubuh, mulai dari membantu meningkatkan energi, mendukung daya tahan tubuh, hingga menjaga kenyamanan pencernaan. Perpaduan beras, kencur, jahe, dan rempah alami menjadikan jamu ini minuman tradisional yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga relevan untuk gaya hidup sehat masa kini jika dikonsumsi dengan bijak.
Ingin tahu lebih banyak tips gizi, manfaat bahan pangan, dan cara konsumsi yang tepat? Yuk, cari tahu bersama NutriExpert Dapur Umami.