Ketika menggoreng suatu bahan masakan, busa yang muncul bisa membuat makanan sulit terlihat dan minyak lebih mudah meluap jika jumlahnya terlalu banyak.
Minyak goreng berbusa saat menggoreng sebenarnya bisa disebabkan oleh beberapa hal. Lalu, apa penyebab minyak goreng berbusa dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya.
Penyebab Minyak Goreng Berbusa
Busa yang muncul sesekali sebenarnya tidak selalu berarti minyak sudah rusak. Namun, jika busa muncul dalam jumlah banyak atau terus-menerus setiap kali digunakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Bahan Makanan Masih Terlalu Basah
Ketika bahan yang basah dimasukkan ke dalam minyak panas, air akan menguap dengan cepat. Proses tersebut menghasilkan banyak gelembung di sekitar bahan makanan. Jika air yang terkandung cukup banyak, gelembung dapat terlihat seperti busa di permukaan minyak.
Contohnya, bahan makanan yang baru dicuci tetapi belum ditiriskan dengan baik dapat membuat minyak lebih banyak berbuih saat digoreng.
Pastikan bahan makanan sudah ditiriskan sebelum dimasukkan ke dalam minyak. Untuk bahan seperti tahu atau ikan, permukaannya juga bisa dikeringkan terlebih dahulu menggunakan tisu dapur.
2. Banyak Sisa Tepung di Dalam Minyak
Menggoreng makanan berlapis tepung juga dapat membuat minyak berbusa. Tepung yang terlepas dari bahan makanan akan masuk ke dalam minyak dan mengalami proses pemanasan.
Jika jumlahnya semakin banyak, sisa tepung dapat membuat minyak terlihat keruh dan menghasilkan busa. Kondisi ini sering terjadi saat menggoreng ayam tepung, pisang goreng, tempe mendoan, atau berbagai jenis gorengan lainnya.
Untuk menguranginya, kibaskan bahan makanan secara perlahan sebelum dimasukkan ke dalam minyak. Setelah selesai menggoreng, saring minyak untuk memisahkan remah-remah tepung yang tertinggal.
3. Minyak Sudah Digunakan Berkali-kali
Minyak goreng yang digunakan berulang kali dapat mengalami perubahan kualitas. Selama proses menggoreng, minyak akan bercampur dengan air, sisa makanan, tepung, dan berbagai komponen dari bahan yang digoreng.
Semakin sering digunakan, semakin banyak pula partikel makanan yang terkumpul di dalamnya. Kondisi tersebut dapat membuat minyak lebih mudah berbusa saat dipanaskan kembali.
Jika minyak sudah terlihat sangat gelap, berbau tidak sedap, terlalu kental, atau menghasilkan busa yang tidak biasa, sebaiknya jangan digunakan kembali.
4. Ada Sisa Makanan di Dalam Minyak
Selain tepung, potongan kecil bahan makanan yang tertinggal di dalam minyak juga dapat menyebabkan munculnya busa. Sisa bawang, kulit makanan, atau bagian kecil lainnya dapat terus mengalami pemanasan.
Jika dibiarkan, sisa makanan tersebut dapat semakin gosong dan memengaruhi aroma serta rasa minyak. Oleh karena itu, setelah menggoreng, sebaiknya biarkan minyak sedikit mendingin lalu saring menggunakan saringan yang sesuai.
5. Jenis Bahan Makanan yang Digoreng
Setiap bahan makanan memiliki kandungan air dan komponen yang berbeda. Beberapa bahan dapat membuat minyak lebih banyak menghasilkan gelembung atau busa dibandingkan bahan lainnya.
Misalnya, bahan yang memiliki kadar air tinggi biasanya menghasilkan lebih banyak percikan saat dimasukkan ke dalam minyak panas. Begitu pula makanan yang menggunakan adonan tepung karena sebagian adonan dapat terlepas selama proses menggoreng.
Jadi, munculnya sedikit busa tidak selalu menandakan adanya masalah pada minyak. Perhatikan juga jenis bahan makanan yang sedang digoreng.
Apakah Minyak Goreng Berbusa Masih Aman Digunakan?
Tidak semua minyak yang berbusa berarti harus langsung dibuang. Jika busa muncul hanya ketika bahan makanan dimasukkan dan kemudian berkurang setelah digoreng, penyebabnya kemungkinan berkaitan dengan kandungan air atau sisa bahan makanan.
Namun, jika minyak terus berbusa meskipun tidak banyak bahan yang digoreng, sudah berubah warna secara signifikan, berbau tengik atau tidak sedap, serta memiliki banyak endapan, sebaiknya pertimbangkan untuk menggantinya.
Cara Mengatasi Minyak Berbusa Saat Menggoreng
Jika minyak mulai berbusa saat menggoreng, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
- Tiriskan bahan terlebih dahulu. Pastikan bahan tidak terlalu basah sebelum dimasukkan ke dalam minyak.
- Kurangi sisa tepung. Kibaskan tepung berlebih dari bahan makanan sebelum digoreng.
- Jangan memasukkan terlalu banyak bahan sekaligus. Menggoreng dalam jumlah banyak dapat membuat suhu minyak turun.
- Saring minyak setelah digunakan. Pisahkan remah makanan dan sisa tepung agar tidak terus berada di dalam minyak.
- Gunakan minyak secukupnya. Jumlah minyak yang sesuai dengan jenis dan ukuran bahan makanan membantu proses menggoreng berjalan lebih baik.
- Perhatikan kondisi minyak. Jika minyak sudah mengalami perubahan warna, aroma, atau menghasilkan busa secara berlebihan, sebaiknya tidak digunakan kembali.
Minyak goreng berbusa saat menggoreng dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari bahan makanan yang masih basah, sisa tepung, partikel makanan, penggunaan minyak berulang kali, hingga suhu minyak yang terlalu tinggi.
Busa yang muncul sesekali tidak selalu berarti minyak sudah tidak layak digunakan. Jadi, saat melihat minyak berbusa di dapur, jangan langsung panik. Kenali dulu penyebabnya agar bisa menentukan langkah yang tepat.
Baca Juga: