Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Pernah nggak sih bingung, mana yang disebut junk food dan mana yang fast food? Kedengarannya memang mirip, sama-sama praktis, cepat saji, dan bikin ngiler.
Tapi, sebenarnya dua istilah ini punya makna yang berbeda. Nah, biar kamu nggak salah kaprah lagi, yuk kita bahas satu per satu perbedaan antara junk food dan fast food serta dampaknya kalau dikonsumsi berlebihan.
Istilah junk food dan fast food sering digunakan secara bergantian. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas, baik dari segi kandungan gizi, cara pengolahan, hingga dampaknya bagi kesehatan
Berikut ini perbedaan antara fast food dan junk food.
Meskipun sering kita konsumsi, apakah kamu benar-benar tahu apa itu fast food? Yuk, kenali lebih dekat fast food agar tahu apa saja jenis makanannya.
Fast food atau yang kita kenal dengan sebutan makanan cepat saji adalah jenis makanan yang dirancang untuk disiapkan dan disajikan dalam waktu yang sangat singkat.
Umumnya, makanan ini telah melalui proses persiapan sebelumnya, seperti dimasak setengah matang, dibekukan, atau dikemas secara instan sehingga ketika dipesan, hanya perlu sedikit waktu untuk dipanaskan atau digoreng.
Dalam dunia yang serba cepat seperti sekarang, fast food menjadi solusi praktis bagi mereka yang ingin makan enak tanpa harus menunggu lama.
Fast food memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya mudah dikenali, antara lain:
Walaupun menawarkan kecepatan dan kepraktisan, makanan fast food sering kali mengandung tinggi kalori, lemak jenuh, natrium, dan gula tambahan. Oleh karena itu, konsumsinya perlu dibatasi agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.
Beberapa contoh fast food yang populer dan mudah ditemui di berbagai dunia, termasuk Indonesia, antara lain burger, kentang goreng, ayam goreng krispi, sandwich, serta pizza.
Meski fast food menggugah selera dan menyenangkan untuk dinikmati, perlu diingat bahwa makanan ini cenderung rendah kandungan gizinya. Sebaiknya, fast food tidak dikonsumsi setiap hari. Jadikan saja sebagai pilihan sesekali, bukan sebagai menu utama dalam keseharian.
Baca Juga: Tips Menyusun Pola Makan Sehat Bergizi untuk Keluarga
Junk food adalah jenis makanan yang banyak digemari karena praktis dan memiliki rasa yang lezat, tetapi sayangnya tidak memberikan manfaat gizi yang seimbang bagi tubuh.
Makanan ini biasanya tinggi kalori, gula, garam, dan lemak, tapi sangat rendah kandungan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi optimal.
Secara sederhana, junk food bisa diartikan sebagai makanan tinggi kalori, gula, garam, dan lemak, tapi sangat rendah kandungan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi optimal.
Istilah ini digunakan untuk menyebut makanan yang mengandung kalori tinggi namun minim gizi penting. Konsumsi dalam jangka panjang tanpa pengimbangan dengan makanan sehat dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
Ciri khas dari junk food cukup mudah dikenali. Beberapa di antaranya adalah:
Tanpa disadari, banyak makanan yang sering kita konsumsi sehari-hari ternyata termasuk dalam kategori junk food. Contohnya adalah mie instan, keripik kentang dalam kemasan, serta berbagai jenis minuman manis seperti minuman bersoda dan minuman kemasan tinggi gula.
Selain itu, permen, cokelat, dan camilan manis lainnya juga termasuk junk food karena kandungan gulanya yang tinggi. Produk seperti donat, kue manis, dan pastry yang dikonsumsi secara berlebihan pun bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Nah, sekarang kita masuk ke bagian pentingnya. Meskipun keduanya enak dan praktis, konsumsi junk food dan fast food yang terlalu sering bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Yuk, lihat apa saja bahayanya!
Konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah serat secara terus-menerus bisa menyebabkan kenaikan berat badan berlebih, bahkan obesitas. Lemak yang menumpuk bukan hanya membuat penampilan berubah, tapi juga meningkatkan risiko penyakit serius.
Banyak junk food dan fast food mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Ini bisa menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke.
Kurangnya serat dalam junk food bisa menyebabkan sembelit, gangguan usus, hingga peradangan kronis di saluran pencernaan. Selain itu, makanan tinggi lemak juga membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras.
Fast food dan junk food memang seringkali jadi penyelamat saat lapar dan tidak sempat masak. Tapi, penting untuk kita memahami perbedaan keduanya, agar bisa lebih bijak dalam memilih makanan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Menu Makanan Bergizi dan Seimbang Ala Dapur Umami
Tidak harus menghindari 100%, tapi batasi konsumsinya, dan imbangi dengan asupan sehat lainnya seperti sayuran, buah, dan air putih. Kalau bisa, ganti kebiasaan jajan makanan olahan dengan masak sendiri di rumah.
Temukan resep sehat dan panduan gizi di Dapur Umami. Konsultasi kebutuhan gizi pada makananmu hanya di Tanya NutriExpert di Website Dapur Umami. Pertanyaanmu akan dijawab langsung oleh ahli gizi tepercaya.