Artikel & Tips Mengenal Biji Ketapang, Camilan Tradisional Asal Betawi
Mengenal Biji Ketapang, Camilan Tradisional Asal Betawi

Mengenal Biji Ketapang, Camilan Tradisional Asal Betawi

27 Jan 2026, 08:01

Penulis: Azzahra Ilka Aulia

 

Biji ketapang adalah kue kering tradisional yang bentuknya kecil memanjang dengan tekstur renyah dan rasa gurih-manis bikin nagih. Camilan ini sering hadir di stoples kue saat Lebaran, acara keluarga, atau sekadar jadi teman minum teh dan kopi di sore hari.

 

Meski tampilannya sederhana, biji ketapang menyimpan cerita dan keunikan yang membuatnya tetap digemari hingga sekarang. 

 

Artikel ini membahas biji ketapang sebagai salah satu camilan tradisional Betawi, mulai dari pengertian, asal-usul, ciri khas, hingga cara membuatnya agar renyah dan tidak keras.

 

Apa itu Biji Ketapang?

Biji ketapang adalah kue kering tradisional khas Betawi. Namanya diambil dari bentuknya yang menyerupai biji buah ketapang, meski sama sekali tidak menggunakan biji ketapang asli sebagai bahan. 

 

Adonan biji ketapang umumnya terbuat dari campuran tepung terigu, kelapa parut atau santan, gula, dan margarin, lalu digoreng hingga kering dan renyah.

 

Sekilas, biji ketapang mirip dengan camilan goreng kering lainnya. Namun, aroma kelapa yang khas serta teksturnya yang padat tapi renyah menjadi ciri utama yang membedakannya dari kue kering lain.

 

Asal-Usul dan Sejarah Singkat Biji Ketapang

Biji ketapang dikenal sebagai salah satu warisan kuliner Betawi. Pada masa lalu, masyarakat Betawi sering membuat kue kering dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah, seperti kelapa, tepung, dan gula. 

 

Seiring waktu, biji ketapang tidak hanya dikenal di Jakarta, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Meski resepnya bisa sedikit berbeda di tiap keluarga, ciri khas biji ketapang sebagai kue kering goreng yang renyah.

 

Resep Biji Ketapang

Camilan satu ini cocok dijadikan sajian di rumah, baik untuk teman minum teh maupun suguhan saat berkumpul bersama keluarga. Berikut ini resep biji ketapang yang bisa kamu coba sendiri di rumah.

 

Bahan-Bahan:

  • 500 gram tepung terigu protein sedang
  • 100 gram gula pasir
  • 100 gram kelapa parut kasar (pilih yang agak tua, sangrai sebentar)
  • 100 gram margarin, lelehkan
  • 1 butir telur
  • 100 ml santan kental
  • ½ sdt garam
  • ½ sdt vanili bubuk
  • Minyak secukupnya untuk menggoreng

 

Cara Membuat:

  1. Dalam wadah besar, campurkan tepung terigu, gula pasir, kelapa parut sangrai, garam, dan vanili. Aduk rata.
  2. Tambahkan telur, margarin leleh, dan santan sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan bisa dipulung. Jika adonan terasa terlalu lembek, tambahkan sedikit tepung.
  3. Ambil sedikit adonan, gulung memanjang kecil menyerupai biji ketapang. Lakukan hingga adonan habis.
  4. Panaskan minyak dalam jumlah banyak. Goreng biji ketapang dengan api kecil–sedang, aduk perlahan agar matang merata dan tidak gosong.
  5. Jika sudah berwarna kuning kecokelatan, angkat dan tiriskan. Biarkan benar-benar dingin agar teksturnya semakin renyah.
  6. Setelah dingin, simpan biji ketapang dalam stoples kedap udara supaya renyahnya tahan lama.

 

Baca Juga: Kenali Ragam Masakan Khas Betawi yang Melegenda hingga Kini

 

Tips Agar Biji Ketapang Renyah dan Tidak Keras

Agar biji ketapang buatanmu punya tekstur renyah dan tidak keras saat digigit, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Meski terlihat sederhana, detail kecil bisa sangat memengaruhi hasil akhirnya.

 

1. Gunakan Api Kecil saat Menggoreng

Menggoreng biji ketapang sebaiknya dilakukan dengan api kecil hingga sedang. Api yang terlalu besar membuat bagian luar cepat kecokelatan, sedangkan bagian dalamnya masih mentah. 

 

2. Perhatikan Takaran Tepung dalam Adonan

Hindari menambahkan tepung terlalu banyak, meskipun adonan terasa agak lembek di awal. Kelebihan tepung bisa membuat biji ketapang menjadi keras dan padat setelah digoreng. Adonan yang baik adalah yang bisa dipulung dan dibentuk, tetapi tetap terasa lembut di tangan.

 

3. Pastikan Minyak Sudah Benar-Benar Panas

Minyak yang kurang panas akan membuat biji ketapang menyerap terlalu banyak minyak, sehingga hasilnya berminyak dan kurang renyah. Pastikan minyak sudah panas sebelum adonan dimasukkan, lalu kecilkan api dan goreng perlahan agar matang sempurna.

 

4. Aduk Perlahan Saat Menggoreng

Saat biji ketapang mulai mengapung, aduk perlahan agar matang merata dan tidak saling menempel. Hindari mengaduk terlalu sering karena bisa membuat bentuknya patah.

 

5. Tiriskan Hingga Kering

Setelah matang, tiriskan biji ketapang dengan baik menggunakan saringan atau tisu dapur. Minyak berlebih yang tidak ditiriskan bisa membuat tekstur cepat melempem.

 

6. Dinginkan Sebelum Disimpan

Jangan langsung memasukkan biji ketapang yang masih hangat ke dalam stoples. Biarkan dingin sepenuhnya terlebih dahulu agar uap panas tidak terperangkap, yang bisa menyebabkan biji ketapang cepat melembek.

 

7. Simpan dalam Stoples Kedap Udara

Gunakan stoples yang benar-benar kedap udara untuk menjaga kerenyahan biji ketapang. Simpan di tempat kering dan sejuk agar teksturnya tetap renyah lebih lama.

 

Biji ketapang adalah salah satu camilan tradisional yang tetap digemari hingga sekarang karena teksturnya yang renyah dan rasa gurih-manis yang khas. 

 

Dibuat dari bahan sederhana dengan proses yang relatif mudah, camilan ini cocok dijadikan suguhan di rumah, baik untuk momen spesial seperti Lebaran maupun untuk dinikmati sehari-hari.

 

Dengan mengikuti resep dan tips yang tepat, biji ketapang bisa dibuat renyah dan tidak keras, bahkan tahan lama saat disimpan. Tak hanya lezat, camilan khas Betawi ini juga menjadi bukti bahwa cita rasa tradisional selalu punya daya tarik tersendiri dan layak terus dilestarikan.