Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Penulis: Azzahra Ilka Aulia
Kalau ngomongin kuliner Nusantara, rasanya nggak akan pernah ada habisnya. Setiap daerah punya cita rasa dan makanan khas yang bikin penasaran.
Nah, salah satu yang punya keunikan dan sejarah panjang adalah masakan khas Betawi. Betawi sendiri adalah suku asli Jakarta yang lahir dari percampuran berbagai budaya, Sunda, Jawa, Arab, Tionghoa, Portugis, hingga Belanda.
Jadi, nggak heran kalau makanan tradisional Betawi itu kaya rasa dan punya karakter unik. Buat yang penasaran apa makanan khas Betawi, jawabannya banyak!
Sebelum kita kulik rekomendasi menunya, yuk kenali dulu ciri khas makanan Betawi.
Karena lahir dari akulturasi budaya, masakan Betawi sering menggabungkan bumbu dan teknik masak dari berbagai etnis. Misalnya, penggunaan santan kental khas Melayu, rempah seperti kapulaga dan kayu manis ala Arab, hingga saus kacang yang dipengaruhi masakan Tionghoa.
Makanan Betawi terkenal dengan penggunaan bumbu yang cukup “medok”. Rempah-rempah seperti kemiri, lengkuas, serai, daun salam, hingga kunyit sering jadi andalan untuk bikin rasa lebih kaya.
Banyak masakan Betawi yang gurih karena santan kental, seperti soto Betawi dan sayur babanci. Santan ini biasanya diolah lama agar bumbunya meresap dan aromanya harum.
Nggak cuma soal rasa, banyak makanan Betawi punya makna simbolis. Misalnya roti buaya yang melambangkan kesetiaan dalam pernikahan adat Betawi.
Selain makanan utama, Betawi punya banyak kue tradisional unik seperti kue rangi, kue cucur, dan kue pepe. Jajanan pasar khas Betawi biasanya legit, kenyal, dan terbuat dari bahan sederhana.
Nah, berikut ini rekomendasi kuliner Betawi yang wajib kamu cobain.
Kalau ngomongin makanan khas Betawi, soto Betawi pasti masuk daftar teratas. Kuahnya kental karena perpaduan santan dan susu, bumbunya medok dengan rempah seperti kapulaga, kayu manis, dan cengkeh.
Isinya biasanya potongan daging sapi atau jeroan, dengan pelengkap seperti kentang, tomat, dan bawang goreng. Makan soto Betawi paling mantap kalau ditemani nasi hangat dan sambal.
uat pecinta kuliner berbumbu kacang, ketoprak adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Isinya sederhana, seperti lontong, bihun, tahu goreng, dan tauge. Semua disiram saus kacang yang gurih manis, lalu diberi taburan bawang goreng dan kerupuk.
Ketoprak ini bisa dibilang legendaris di Jakarta. Harganya terjangkau, porsinya mengenyangkan, dan rasanya cocok di lidah siapa saja. Nggak heran kalau banyak orang luar Jakarta yang kangen berat sama ketoprak.
Makanan ini unik karena dimasak di atas wajan kecil tanpa minyak, lalu dibalik langsung di atas bara arang. Isinya dari telur bebek atau ayam yang dicampur beras ketan, ebi, dan bumbu halus. Setelah matang, ditaburi serundeng kelapa sangrai.
Kerak telor ini punya rasa gurih yang khas, agak smoky karena dimasak di atas arang. Makanan ini dulu sempat jadi camilan para bangsawan Betawi.
Minuman tradisional ini berwarna cantik merah muda, hijau, dan putih, terbuat dari tepung beras atau tepung hunkwe yang dimasak jadi puding kenyal. Disajikan dengan kuah santan, sirup gula merah, dan es batu.
Namanya unik, konon terinspirasi dari bentuk potongan kue yang menyerupai kain selendang. Rasanya manis, gurih, dan bikin adem di siang hari.
Kalau ngomongin pernikahan adat Betawi, roti buaya pasti jadi sorotan. Bentuknya memang seperti buaya, tapi ini roti manis yang lembut dan kadang diisi cokelat atau selai. Buaya dianggap hewan yang setia, makanya roti ini jadi simbol kesetiaan pengantin.
Dulu, Roti Buaya hanya ada saat hajatan. Tapi sekarang, banyak toko roti yang menjualnya untuk umum. Rasanya lembut dengan aroma manis yang khas.
Jajanan pasar ini termasuk camilan favorit anak Betawi zaman dulu. Kue rangi terbuat dari campuran kelapa parut dan tepung sagu, dipanggang di cetakan khusus hingga garing di luar dan lembut di dalam. Disajikan dengan sirup gula merah kental yang wangi pandan.
Kue ini punya tekstur unik, gurih dari kelapa, manis dari gula merah, dan sedikit kenyal dari sagunya. Cocok banget disantap sore-sore bareng teh hangat.
Tenang, meski namanya “bir”, minuman ini halal 100%. Bir pletok adalah minuman rempah khas Betawi yang dibuat dari jahe, serai, kayu manis, dan daun pandan. Rasanya hangat dan aromanya wangi. Dulu, bir pletok sering diminum malam hari untuk menghangatkan badan.
Nama “pletok” katanya berasal dari suara tutup botol yang dibuka setelah minuman ini dikocok. Sekarang, bir pletok dijual dalam kemasan botol atau bubuk, jadi gampang dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Masakan khas Betawi bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang identitas budaya. Sayangnya, beberapa makanan tradisional Betawi mulai jarang ditemui karena tergeser makanan modern.
Untungnya, sekarang banyak komunitas dan festival kuliner yang kembali mengangkat makanan ini agar tidak hilang ditelan zaman.
Kalau kamu mau ikut melestarikan kuliner Betawi, ada banyak cara:
Dengan begitu, cita rasa Betawi yang melegenda ini bisa tetap dikenal generasi berikutnya.
Makanan khas suku Betawi punya cita rasa yang kaya dan sejarah yang panjang. Dari Soto Betawi yang gurih, Ketoprak yang sederhana tapi nikmat, sampai Bir Pletok yang menghangatkan badan, semuanya punya cerita.
Jadi, kalau kamu berkunjung ke Jakarta, jangan lupa cicipi kuliner Betawi. Siapa tahu, kamu jadi jatuh cinta sama kelezatan dan kehangatan budayanya.