Artikel & Tips Hati-Hati, Ini Bahaya Makan Gorengan Saat Buka Puasa
Hati-Hati, Ini Bahaya Makan Gorengan Saat Buka Puasa

Hati-Hati, Ini Bahaya Makan Gorengan Saat Buka Puasa

10 Mar 2026, 10:03

Penulis: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien 

 

Gorengan sering menjadi pilihan favorit saat berbuka puasa karena rasanya gurih dan mudah ditemukan sebagai menu takjil. Sehingga banyak orang yang merasa tidak lengkap saat berbuka sebelum menyantap gorengan. Padahal, ada bahaya mengincar tubuh kamu ketika mengonsumsi gorengan secara rutin dalam jumlah yang cukup banyak.

 

Setelah berpuasa seharian, kondisi lambung dan sistem pencernaan cenderung lebih sensitif terhadap jenis makanan tertentu. Dari sisi gizi, makanan yang digoreng umumnya mengandung lemak dan energi yang cukup tinggi, terutama jika diolah dengan minyak dalam jumlah banyak atau digunakan berulang kali.

 

Penelitian dalam jurnal Heart (2021), juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan goreng secara berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik hingga penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak konsumsi gorengan agar tetap dapat menikmati hidangan berbuka secara lebih bijak dan seimbang. 

 

Mengapa Gorengan Menjadi Menu Favorit Saat Buka Puasa?

 

Beberapa jenis gorengan populer yang sering dikonsumsi saat berbuka antara lain bakwan sayur, tahu isi, tempe goreng, pisang goreng, risoles, dan pastel goreng. Variasi jenis dan rasanya membuat gorengan kerap dijadikan camilan pembuka sebelum makanan utama. Meski demikian, konsumsinya sebaiknya tetap dibatasi agar asupan lemak dan energi tidak berlebihan saat berbuka puasa.

 

Bahaya Makan Gorengan Saat Buka Puasa

 

Konsumsi gorengan saat berbuka puasa sebaiknya tidak berlebihan karena dapat memberikan beberapa dampak bagi tubuh, seperti:

 

1. Mengganggu pencernaan

Makanan yang digoreng umumnya mengandung lemak cukup tinggi sehingga proses pencernaannya cenderung lebih lambat. Setelah perut kosong seharian, konsumsi makanan berlemak tinggi dapat membuat perut terasa penuh atau tidak nyaman.

 

2. Memicu naiknya asam lambung

Gorengan dapat merangsang produksi asam lambung, terutama jika dikonsumsi saat perut masih kosong. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa perih atau tidak nyaman pada lambung, terutama pada orang yang sensitif atau memiliki riwayat gangguan lambung.

 

3. Menyebabkan rasa cepat kenyang

Kandungan lemak pada gorengan dapat membuat seseorang merasa cepat kenyang. Akibatnya, asupan makanan bergizi lain seperti sayur, buah, atau sumber protein bisa menjadi berkurang.

 

4. Menambah asupan kalori berlebih

Proses penggorengan membuat makanan menyerap minyak sehingga kandungan kalorinya meningkat. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah banyak, hal ini dapat menyebabkan asupan energi menjadi berlebih.

 

Dampak Terlalu Sering Makan Gorengan Saat Puasa

 

Jika dikonsumsi terlalu sering selama bulan puasa, gorengan dapat memberikan beberapa dampak bagi kesehatan.

 

1. Peningkatan kadar kolesterol

Gorengan yang dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan asupan lemak, terutama jika menggunakan minyak yang dipakai berulang kali. Kondisi ini dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.

 

2. Risiko kenaikan berat badan

Kandungan kalori yang tinggi pada gorengan dapat meningkatkan asupan energi harian jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik. Dalam jangka waktu tertentu, hal ini dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan.

 

3. Gangguan pencernaan

Makanan tinggi lemak dapat memperlambat proses pencernaan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Jika dikonsumsi terlalu sering, kondisi ini dapat memicu keluhan pencernaan.

 

4. Perut terasa begah atau tidak nyaman setelah berbuka

Mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak saat berbuka dapat membuat perut terasa penuh atau begah. Hal ini dapat membuat tubuh terasa kurang nyaman untuk melanjutkan aktivitas setelah berbuka.

 

Karena itu, konsumsi gorengan sebaiknya tetap dibatasi agar pola makan selama Ramadan tetap seimbang dan tubuh tetap merasa nyaman saat menjalani puasa.

 

Baca Juga: Rahasia Membuat Gorengan Crispy 

 

Cara Menikmati Gorengan Saat Buka Puasa dengan Lebih Sehat

 

Bagi yang tetap ingin menikmati gorengan saat berbuka puasa, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar konsumsinya tetap lebih sehat dan tidak berlebihan.

 

1. Batasi jumlah gorengan yang dikonsumsi

Mengonsumsi gorengan dalam jumlah sedikit dapat membantu mencegah asupan lemak dan kalori berlebih. Sebaiknya cukup satu hingga dua potong sebagai pelengkap, bukan sebagai makanan utama.

 

2. Pilih gorengan yang baru digoreng dengan minyak bersih

Gorengan yang baru dimasak umumnya memiliki kualitas minyak yang lebih baik dibandingkan yang sudah lama disimpan. Minyak yang digunakan berulang kali dapat menurunkan kualitas makanan dan berpotensi berdampak kurang baik bagi kesehatan.

 

3. Konsumsi gorengan setelah makan makanan utama, bukan sebagai pembuka

Mengonsumsi gorengan setelah makanan utama dapat membantu mengurangi jumlah yang dimakan. Selain itu, perut yang sudah terisi makanan bergizi dapat membantu mengurangi keinginan makan gorengan secara berlebihan.

 

4. Imbangi dengan konsumsi buah dan sayur

Buah dan sayur mengandung serat, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh. Konsumsi keduanya dapat membantu menyeimbangkan pola makan saat berbuka puasa.

 

5. Gunakan metode memasak alternatif seperti air fryer atau panggang

Metode memasak seperti air fryer atau memanggang dapat mengurangi penggunaan minyak. Cara ini dapat menjadi alternatif untuk menikmati makanan dengan tekstur mirip gorengan tetapi dengan kandungan lemak yang lebih rendah.

 

Alternatif Takjil Sehat Selain Gorengan

 

Untuk menjaga keseimbangan gizi saat berbuka puasa, ada beberapa pilihan takjil yang bisa menjadi alternatif selain gorengan.

 

  • Buah segar

Buah mengandung air, vitamin, dan serat yang membantu menyegarkan tubuh setelah berpuasa

 

  • Kurma

Kurma mengandung gula alami yang dapat membantu mengembalikan energi dengan cepat saat berbuka

 

  • Sup hangat

Sup hangat lebih mudah dicerna oleh tubuh dan dapat membantu menghangatkan serta menenangkan lambung

 

  • Kolak dengan gula secukupnya

Kolak dapat menjadi pilihan takjil jika dibuat dengan gula secukupnya agar tidak terlalu tinggi kalori

 

  • Smoothie buah

Smoothie dari buah segar dapat menjadi minuman yang menyegarkan sekaligus memberikan asupan vitamin dan mineral

 

  • Puding rendah gula

Puding rendah gula bisa menjadi camilan penutup yang ringan dan tetap nikmat saat berbuka.

 

Nah, meski enak dan nagih, yuk mulai bijak mengonsumsi gorengan baik sebagai menu berbuka atau dalam makanan sehari-hari. Perbanyak makanan bergizi agar kebutuhan gizi harian Umamichi selama puasa tetap terjaga.

 

Punya pertanyaan seputar pola makan sehat saat puasa? Yuk, tanyakan langsung ke NutriExpert untuk mendapatkan tips gizi yang tepat sesuai kebutuhanmu.