Artikel & Tips Ragam Sate Khas Indonesia dari Berbagai Daerah
Ragam Sate Khas Indonesia dari Berbagai Daerah

Ragam Sate Khas Indonesia dari Berbagai Daerah

17 Nov 2022, 19:11

Dari Sabang sampai Merauke, hampir setiap daerah memiliki hidangan unik dengan cita rasa yang berbeda-beda.  Salah satu makanan yang sangat populer dan digemari banyak orang adalah sate. 

 

Hidangan yang terdiri dari potongan daging yang ditusuk dan dipanggang ini memiliki banyak variasi di berbagai daerah di Indonesia. Masing-masing daerah menghadirkan sate dengan bumbu, cara memasak, dan penyajian yang khas.

 

Berikut ini beberapa macam sate khas Indonesia dari berbagai daerah yang terkenal lezat dan wajib dicoba.

 

1. Sate Padang

Sate Padang adalah salah satu jenis sate yang berasal dari daerah Padang, Sumatera Barat. Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan saus kacang, Sate Padang disajikan dengan kuah berbumbu yang dibuat dari campuran tepung beras dan berbagai rempah khas Minangkabau.

 

Biasanya, sate Padang menggunakan daging sapi, lidah sapi, atau jeroan yang direbus terlebih dahulu sebelum dipanggang. Setelah matang, sate disiram dengan kuah kental yang gurih dan sedikit pedas, lalu disajikan bersama potongan ketupat.

 

Cita rasa Sate Padang sangat kuat karena menggunakan berbagai rempah, seperti kunyit, jahe, lengkuas, ketumbar, dan cabai. Tekstur kuahnya yang kental membuat sate ini terasa semakin nikmat saat disantap.

 

2. Sate Maranggi

Sate maranggi berasal dari daerah Purwakarta dan juga populer di wilayah Cianjur. Sate ini biasanya menggunakan daging sapi yang dipotong kecil-kecil dan dimarinasi dengan bumbu khas sebelum dipanggang.

 

Yang membuat Sate Maranggi berbeda adalah proses perendamannya. Daging direndam dalam campuran bumbu, seperti bawang putih, ketumbar, gula merah, dan cuka sehingga menghasilkan rasa yang manis, gurih, dan sedikit asam.

 

Sate Maranggi biasanya tidak disajikan dengan saus kacang, melainkan dengan sambal tomat segar dan potongan bawang merah. Beberapa penjual juga menyajikannya dengan nasi atau ketan bakar. Kombinasi rasa manis, gurih, dan segar membuat sate ini sangat disukai banyak orang.

 

Baca Juga: Resep Sate Maranggi Khas Purwakarta: Empuk, Gurih, dan Bumbu Meresap!

 

3. Sate Rembiga

Sate Rembiga merupakan sate khas dari Mataram, khususnya dari daerah Rembiga di Pulau Lombok. Sate ini terkenal dengan cita rasa pedas yang khas.

 

Daging sapi yang digunakan dipotong kecil lalu dimarinasi dengan campuran cabai, bawang putih, gula merah, dan berbagai bumbu lainnya. Setelah itu, daging dipanggang hingga matang dan mengeluarkan aroma yang menggugah selera.

 

Keunikan Sate Rembiga terletak pada bumbunya yang meresap hingga ke dalam daging. Rasanya cenderung pedas, manis, dan gurih sekaligus. 

 

4. Sate Madura

Sate Madura adalah salah satu jenis sate yang paling terkenal di Indonesia. Sate ini berasal dari Pulau Madura dan kini bisa ditemukan hampir di seluruh daerah di Indonesia.

 

Sate Madura biasanya menggunakan daging ayam atau kambing yang dipotong kecil-kecil, kemudian ditusuk dan dipanggang di atas bara api. Setelah matang, sate disajikan dengan saus kacang yang kental dan manis.

 

Ciri khas Sate Madura adalah saus kacangnya yang kaya rasa karena dibuat dari campuran kacang tanah, kecap manis, bawang putih, dan cabai. Biasanya sate ini juga disajikan dengan lontong, irisan bawang merah, dan sambal.

 

5. Sate Lilit

Sate lilit merupakan sate khas dari Pulau Bali. Berbeda dari sate pada umumnya yang menggunakan potongan daging, sate lilit dibuat dari daging cincang yang dicampur dengan berbagai bumbu dan parutan kelapa.

 

Daging yang biasanya digunakan adalah daging ikan, ayam, atau babi. Setelah dicampur dengan bumbu seperti serai, bawang merah, bawang putih, kunyit, dan santan, adonan daging kemudian dililitkan pada batang serai atau tusuk bambu.

 

Setelah itu sate dipanggang hingga matang. Hasilnya adalah sate dengan tekstur lembut dan aroma rempah yang sangat harum. Sate lilit sering disajikan sebagai bagian dari hidangan tradisional Bali.

 

6. Sate Ponorogo

Sate Ponorogo berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Sate ini memiliki ciri khas pada potongan daging ayamnya yang lebih besar dan tipis dibandingkan sate lainnya.

 

Sebelum dipanggang, daging ayam direndam dalam bumbu yang terdiri dari bawang putih, kecap manis, dan rempah lainnya sehingga rasanya meresap hingga ke dalam. Setelah itu, sate dipanggang hingga matang dan disajikan dengan saus kacang.

 

Saus kacang pada Sate Ponorogo biasanya lebih halus dan sedikit lebih encer dibandingkan saus kacang pada sate lainnya. Sate ini juga sering disajikan dengan lontong dan taburan bawang goreng yang menambah kelezatan.

 

7. Sate Kere

Sate kere adalah sate khas dari Surakarta yang memiliki sejarah unik. Kata “kere” dalam bahasa Jawa berarti miskin. Nama ini muncul karena dahulu sate ini dibuat sebagai makanan sederhana yang terjangkau bagi masyarakat.

 

Berbeda dengan sate lainnya yang menggunakan banyak daging, Sate kere biasanya menggunakan tempe gembus, jeroan sapi, atau potongan daging yang lebih sederhana. Meski begitu, rasanya tetap lezat karena dibumbui dengan baik dan dipanggang hingga harum.

 

Sate kere biasanya disajikan dengan saus kacang yang gurih dan sedikit manis. Hidangan ini menjadi bukti bahwa makanan sederhana pun bisa memiliki cita rasa yang luar biasa.

 

Beragamnya jenis sate di Indonesia menunjukkan betapa kayanya kuliner Nusantara. Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam mengolah sate, mulai dari jenis daging yang digunakan, bumbu yang dipakai, hingga cara penyajiannya.

 

Selain itu, sate juga menjadi salah satu makanan yang sering hadir dalam berbagai acara, mulai dari acara keluarga, pesta, hingga festival kuliner.

 

Dengan begitu banyak variasi sate khas dari berbagai daerah, tidak heran jika sate menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Share dong sate khas daerah Umamichi yang belum masuk dalam list ini.

 

Baca Juga: Kreasi Resep Sate Unik dari Berbagai Bahan, Wajib Coba di Rumah!