Artikel & Tips Apa Itu Whey Protein? Ketahui Manfaat dan Cara Konsumsinya
Apa Itu Whey Protein? Ketahui Manfaat dan Cara Konsumsinya

Apa Itu Whey Protein? Ketahui Manfaat dan Cara Konsumsinya

18 Jul 2026, 09:07

Ditinjau oleh: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, whey protein menjadi salah satu produk yang semakin populer. Tidak hanya di kalangan atlet atau penggemar olahraga, whey protein kini juga banyak digunakan oleh masyarakat umum yang ingin membantu memenuhi kebutuhan protein harian mereka. Meski sering ditemukan dalam bentuk bubuk yang dicampurkan ke dalam minuman, masih banyak orang yang bertanya-tanya: apa itu whey protein? Apakah whey protein terbuat dari bahan alami? Apakah hanya cocok untuk orang yang rutin berolahraga?

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut cukup wajar karena whey protein memang sering dikaitkan dengan dunia kebugaran. Padahal, pada dasarnya whey protein hanyalah salah satu sumber protein yang berasal dari susu dan dapat menjadi pilihan praktis untuk membantu melengkapi kebutuhan gizi sehari-hari.

 

Lalu, apa itu whey protein, bagaimana proses pembuatannya, apa saja manfaat whey protein, dan bagaimana cara mengonsumsinya dengan tepat? Yuk, simak penjelasan lengkap berikut bersama NutriExpert Dapur Umami.

 

Apa yang Dimaksud Whey Protein?

 

Whey protein adalah salah satu jenis protein yang berasal dari susu sapi. Ketika susu diolah menjadi keju, susu akan terpisah menjadi dua bagian utama, yaitu bagian padat (curd) dan bagian cair (whey). Bagian cair inilah yang kemudian diproses lebih lanjut hingga menghasilkan bubuk whey protein yang banyak dijual sebagai suplemen protein. Karena berasal dari susu, whey protein mengandung berbagai asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

 

Asam amino esensial adalah komponen pembentuk protein yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga perlu diperoleh dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Salah satu alasan whey protein cukup populer adalah karena kandungan proteinnya yang tinggi dan relatif mudah dicerna oleh tubuh dibandingkan beberapa sumber protein lainnya. Namun penting untuk dipahami bahwa whey protein bukanlah obat maupun makanan ajaib. Whey protein tetap merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan protein sehari-hari yang idealnya diperoleh dari pola makan yang beragam dan seimbang.

 

Whey Protein Terbuat dari Apa?

 

Banyak orang mengira whey protein merupakan produk sintetis atau bahan kimia buatan. Padahal, whey protein berasal dari bahan pangan alami, yaitu susu. Secara sederhana, proses pembuatannya meliputi:

  1. Susu dipasteurisasi untuk menjaga keamanan pangan
  2. Enzim ditambahkan untuk memisahkan bagian keju dan whey
  3. Cairan whey dipisahkan dari bagian padat
  4. Whey disaring untuk meningkatkan kadar protein
  5. Whey dikeringkan hingga menjadi bubuk
  6. Hasil akhirnya adalah bubuk protein yang praktis digunakan dan dapat dicampurkan ke dalam berbagai makanan atau minuman

Karena berasal dari susu, whey protein juga masih mengandung sejumlah zat gizi lain seperti kalsium, fosfor, dan beberapa mineral penting lainnya meskipun jumlahnya dapat berbeda antar produk.

 

Jenis-Jenis Whey Protein

 

Jika Anda pernah melihat berbagai produk whey protein di pasaran, mungkin Anda menemukan istilah seperti concentrate, isolate, atau hydrolysate. Perbedaan tersebut berkaitan dengan proses pengolahan dan kadar protein yang dihasilkan.

 

1. Whey Protein Concentrate (WPC)

Jenis ini merupakan bentuk whey protein yang paling umum ditemukan. Biasanya mengandung:

  • Protein sekitar 70–80%
  • Sedikit lemak
  • Sedikit laktosa

Karena proses pengolahannya lebih sederhana, harganya cenderung lebih terjangkau dibandingkan jenis lainnya.

 

2. Whey Protein Isolate (WPI)

Whey protein isolate mengalami proses penyaringan tambahan sehingga kandungan proteinnya lebih tinggi. Umumnya mengandung:

  • Protein 90% atau lebih
  • Lemak lebih rendah
  • Kandungan laktosa lebih rendah

Jenis ini sering dipilih oleh individu yang sensitif terhadap laktosa.

 

3. Whey Protein Hydrolysate (WPH)

Jenis ini telah mengalami proses hidrolisis sehingga protein dipecah menjadi bagian yang lebih kecil. Tujuannya adalah membantu mempercepat proses pencernaan dan penyerapan.

 

Kandungan Gizi Whey Protein

 

Kandungan gizi whey protein dapat berbeda-beda tergantung jenis dan merek produknya. Namun secara umum, satu sajian whey protein sekitar 30 gram mengandung:

  • Energi: 110–130 kkal
  • Protein: 20–25 gram
  • Karbohidrat: 1–5 gram
  • Lemak: 1–3 gram
  • Kalsium: 80–150 mg
  • Fosfor: 70–200 mg
  • Kalium: 100–250 mg

 

Selain itu, whey protein juga mengandung berbagai asam amino esensial seperti:

  • Leusin
  • Isoleusin
  • Valin
  • Lisin
  • Treonin
  • Metionin
  • Fenilalanin
  • Triptofan
  • Histidin

Kandungan inilah yang membuat whey protein sering disebut sebagai protein lengkap.

 

Mengapa Protein Penting untuk Tubuh?

 

Sebelum membahas manfaat whey protein, penting untuk memahami peran protein dalam tubuh. Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang memiliki berbagai fungsi penting, antara lain:

  • Membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh
  • Membantu pembentukan enzim dan hormon
  • Mendukung fungsi sistem imun
  • Membantu memelihara massa otot
  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan

 

Karena itu, pemenuhan kebutuhan protein harian merupakan bagian penting dari pola makan yang seimbang.

 

Manfaat Whey Protein

 

1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Protein Harian

Manfaat utama whey protein adalah membantu melengkapi kebutuhan protein sehari-hari. Bagi sebagian orang yang memiliki aktivitas padat atau sulit memenuhi kebutuhan protein dari makanan, whey protein dapat menjadi pilihan yang praktis. Namun perlu diingat bahwa whey protein bukan pengganti makanan utama.

 

2. Mendukung Pemeliharaan Massa Otot

Otot merupakan jaringan yang penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Asupan protein yang cukup, dikombinasikan dengan aktivitas fisik yang sesuai, dapat membantu mempertahankan massa otot sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Karena mengandung protein berkualitas tinggi, whey protein sering digunakan sebagai salah satu sumber protein tambahan.

 

3. Praktis dan Mudah Dikonsumsi

Tidak semua orang memiliki waktu untuk menyiapkan makanan tinggi protein setiap saat. Dalam kondisi tertentu, whey protein dapat menjadi solusi praktis karena mudah disiapkan dan dapat dikonsumsi di berbagai situasi.

 

4. Membantu Menambah Asupan Protein Setelah Aktivitas Fisik

Setelah melakukan aktivitas fisik atau olahraga, tubuh tetap membutuhkan protein untuk mendukung berbagai proses fisiologis normal. Whey protein dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

 

5. Membantu Memberikan Rasa Kenyang Lebih Lama

Protein dikenal sebagai salah satu zat gizi yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana. Karena itu, makanan atau minuman yang mengandung protein dapat membantu mengatur pola makan harian secara lebih baik.

 

6. Mengandung Asam Amino Esensial Lengkap

Tubuh membutuhkan sembilan asam amino esensial yang harus diperoleh dari makanan. Whey protein mengandung seluruh asam amino esensial tersebut sehingga termasuk protein lengkap.

 

7. Mendukung Kebutuhan Protein pada Kelompok Tertentu

Beberapa kelompok mungkin membutuhkan asupan protein yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum, misalnya seseorang yang aktif berolahraga dan lansia. Individu dalam masa pemulihan tertentu sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dalam kondisi tersebut, whey protein dapat menjadi salah satu pilihan yang membantu melengkapi kebutuhan protein harian.

 

Perbedaan Whey Protein dan Protein dari Makanan

 

Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul adalah anggapan bahwa whey protein lebih baik dibandingkan makanan sumber protein biasa. Padahal, keduanya memiliki peran yang berbeda.

Sumber protein dari makanan sehari-hari seperti:

  • Ikan
  • Ayam
  • Telur
  • Daging tanpa lemak
  • Tempe
  • Tahu
  • Kacang-kacangan

 

Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Whey Protein?

 

Tidak ada satu waktu yang wajib untuk mengonsumsi whey protein yang paling penting adalah total kebutuhan protein harian dapat terpenuhi secara keseluruhan. Beberapa waktu yang sering dipilih antara lain:

  • Setelah berolahraga
  • Saat sarapan
  • Sebagai camilan
  • Sebagai pelengkap makanan utama

 

Cara Mengonsumsi Whey Protein

 

Whey protein dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, misalnya:

  • Dicampur dengan air
  • Dicampur dengan susu
  • Dijadikan smoothie bersama buah
  • Dicampurkan ke oatmeal
  • Menjadi campuran yogurt

 

Tips Memilih Whey Protein

Sebelum membeli whey protein, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Periksa jumlah protein per sajian
  • Perhatikan kandungan gula tambahan
  • Pilih produk yang memiliki izin edar resmi
  • Baca informasi nilai gizi secara lengkap
  • Sesuaikan dengan kebutuhan harian

 

Whey protein adalah salah satu jenis protein yang berasal dari susu dan mengandung berbagai asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Karena memiliki kandungan protein berkualitas tinggi dan relatif mudah dicerna, whey protein sering digunakan untuk membantu melengkapi kebutuhan protein harian. Meski demikian, whey protein bukanlah pengganti makanan utama. Kebutuhan protein tetap sebaiknya dipenuhi melalui pola makan yang beragam dan seimbang yang mencakup berbagai sumber protein hewani maupun nabati.

 

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar gizi atau ingin tahu cara pengolahan yang tepat, jangan ragu untuk bertanya langsung ke NutriExpert agar mendapatkan informasi yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu.