Yuk, Simak 5 Pangan Lokal yang Berperan Sebagai ASI Booster

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik yang sebaiknya diberikan kepada bayi minimal hingga usia 6 bulan (ASI Eksklusif). ASI mengandung berbagai zat gizi baik makro maupun mikro yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang Si Kecil. Pada ASI juga terdapat senyawa antibody seperti immunoglobulin A (Ig A) yang membantu meningkatkan sistem imun pada bayi. ASI awal atau ASI yang pertama keluar disebut colostrum. ASI ini berwarna kekuningan pekat dan banyak mengandung antibodi.


Pernahkah Mama atau kerabat disekitar Mama mengalami kondisi dimana produksi ASI kuantitasnya sedikit? Hal ini tentu membuat sedih dan khawatir karena takut kebutuhan Si Kecil tidak terpenuhi. Namun, Mama tak perlu khawatir. Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan lokal berupa bahan pangan. Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa bahan pangan lokal yang dapat meningkat kuantitas dan kualitas ASI Mama. Bahan pangan yang dapat meningkatkan produksi ASI disebut ASI Booster . Artikel Dapur Umami kali ini akan mengulas 5 bahan pangan lokal yang dapat dijadikan ASI Booster. 


1. Daun Torbangun (Coleus Amboinicus L.)

Daun torbangun atau daun bangun-bangun dalam istilah masyarakat Batak, merupakan daun yang dikonsumsi oleh ibu pasca melahirkan (post-partum). Daun torbangun sudah dikonsumsi bertahun-tahun oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI ibu. Berdasarkan penelitian, daun torbangun mengandung senyawa laktogogum, yaitu senyawa yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Selain itu, daun torbangun juga mengandung senyawa saponin, flavonoid dan polifenol yang membantu meningkatkan produksi hormon-hormon menyusui seperti hormon prolaktin dan oksitosin. 


2. Galohgor

Galohgor adalah bahan pangan tradisional yang dikonsumsi oleh masyarakat Sunda untuk meningkatkan produksi ASI. Galohgor terdiri dari 56 jenis tanaman meliputi berbagai jenis daun-daunan, biji-bijian, rempah-rempah, dan kacang-kacangan. Berdasarkan penelitian, galohgor mengandung senyawa laktagogum yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Selain itu, mengonsumsi galohgor juga membantu penyembuhan luka pada rahim pasca melahirkan. 


3. Ikan Gabus (Channa striata)

Ikan gabus (Channa striata) adalah jenis ikan yang mengandung albumin tinggi. Kandungan albumin pada ikan gabus sebesar 6.22%. Kandungan albumin pada ikan gabus dapat membantu mempercepat penyembuhan luka ibu yang baru melahirkan. Selain itu, konsumsi ikan gabus juga dapat membantu meningkatkan produksi hormon oksitosin yang dapat meningkatkan produksi ASI. 


4. Daun Kelor (Moringa oleifera)

Daun kelor merupakan tanaman lokal yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Daun kelor mengandung senyawa fitosterol sehingga dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (laktogogum). Senyawa yang memiliki efek laktogogum adalah sterol. Sterol sendiri termasuk dalam kategori senyawa golongan steroid. 


5. Daun Katuk (Sauropus androgynus)

Daun Katuk (Sauropus androgynus) adalah tanaman turun temurun yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan produksi ASI. Daun katuk mengandung senyawa polifenol dan steroid yang memiliki peranan penting terhadap produksi hormone prolactin dalam memproduksi ASI dan hormon oksitosin dalam menstimulasi pengeluaran ASI pada ibu menyusui. 


Nah, uraian di atas sudah menjelaskan 5 bahan pangan lokal yang dapat Mama konsumsi untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Namun, terdapat hal penting lain yang sebaiknya Mama perhatikan dengan tepat agar produksi ASI Mama berlimpah. Mama harus tetap mengonsumsi makanan bergizi, menambah asupan cairan (konsumsi air putih sebanyak 3 liter per hari), menyusui Si Kecil atau memompa ASI setiap 2-3 jam, dan menghindari stres. Semoga ASI berlimpah dan selamat mengASIhi ya, Ma!