Mie Ayam Dan Mie Pangsit: Kenali Bedanya Biar Jadi Alternatif

Serupa namun tak sama, seringkali Mama dan keluarga akan sulit mengenali perbedaan antara mie ayam dan mie pangsit ini. Kedua olahan ini memang sama-sama berbahan dasar mie yang hampir mirip dari bentuknya.


Oleh karena itu pada artikel ini akan kita bahas tuntas tentang perbedaan dari kedua olahan mie ini agar nanti bisa jadi alternatif dan pilihan dalam menentukan menu makan hari ini.


Mengenal Mie ayam



1. Bumbu 

Untuk bumbu mie ayam ini cenderung lebih manis. Untuk bahan pembuatan bumbu dari topping mie ayam ini Mama memerlukan perpaduan bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, dan sedikit ketumbar.


Selain bumbu untuk topping mie ayam, Mama memerlukan bumbu untuk pembuatan minyak ayam. Penggunaan minyak ayam inilah yang membedakannya dengan mie pangsit.


Dinamakan mie ayam karena bahan yang diperlukan berupa lemak dan kulit ayam, bawang putih, dan secukupnya minyak sayur. 

Minyak ayam inilah kuncian rasa lezat dari mie ayam.




2. Cara membuat mie ayam :

Untuk membuat mie ayam yang enak, Mama perlu membuat air kaldu. Caranya adalah dengan merebus air dan ayam beserta tulang ayam dengan api kecil. Tambahkan juga garam dan merica untuk menambah rasa gurih pada kaldu. Sisihkan kaldu ini untuk kuah mie ayam.


Bila kaldu sudah siap, tiriskan ayam yang sudah direbus tadi, potong-potong dadu. Sedangkan untuk toppingnya, Mama tumis bumbu yang telah dihaluskan tadi hingga harum. Masukkan ayam yang sudah dipotong dadu dan aduk hingga bumbu meresap.


Biasanya, untuk mie ayam akan juga ditambahkan sedikit kecap manis (jadi seperti ayam kecap) untuk menambah rasa sesuai selera.




3. Pelengkap mie ayam

Dalam penyajiannya, mie ayam disajikan bersama dengan topping ayam dan sawi hijau yang sudah direbus. Selain itu, di mangkok juga ditambahkan minyak ayam dan kuah kaldu untuk menambah rasa. Untuk pelengkapnya biasa ditambahkan sate telur puyuh, ayam jamur, atau sate usus.


Mengenal mie pangsit



1. Bumbu mie pangsit : 

Kalau tadi mie ayam cenderung manis, mie pangsit justru cenderung asin dan gurih. Selain itu, mie pangsit lebih mengandalkan kepada cita rasa gurih dari kuah kaldu–bukan minyak ayam. 

Untuk membuat kuah kaldu tentu saja diperlukan 2 liter kaldu ayam, bawang putih yang dicincang halus, garam, merica, dan daun bawang.


Kaldu ayam ini diperoleh dengan cara merebus ayam dengan api kecil, dimasak dengan durasi yang cukup lama.


Sedangkan untuk toppingnya mie pangsit ini menggunakan ayam yang sudah dicincang, dengan bumbu bawang putih, sedikit jahe, kecap asin, dan sedikit minyak wijen untuk memperkuat rasa dan aroma. 




2. Cara membuat mie pangsit :

Untuk membuat kuah mie pangsit, tumis bawang putih dan jahe yang sudah dihaluskan hingga harum. Setelah itu, masukkan daun bawang yang sudah dipotong. Masukkan bumbu yang sudah ditumis ini ke dalam air kaldu. Tambahkan gula, garam, dan AJI-NO-MOTO®. Test rasa dan panaskan terus kuah kaldu hingga mendidih.


Cara membuat topping mie pangsit, tumis bawang putih yang sudah dihaluskan hingga harum. Masukkan ayam yang sudah dicincang dengan food processor. Masak dengan api sangat kecil, aduk terus hingga ayam ini berbentuk bulir-bulir. Sisihkan mie ayam ini untuk nantinya disajikan bersama mie pangsit.




3. Pelengkap mie pangsit :

Dalam mangkok, tata selada lalu masukkan mie telur yang sudah direbus. Beri topping ayam yang kering, sajikan dengan pangsit goreng dan acar. Sajikan kuah kaldu dan bakso dalam mangkok terpisah. Sehingga tidak merubah tekstur dari mie pangsit.


Sudah siap mencicipi dua mie di atas bersama keluarga ma?

Nah, dengan mengenali perbedaan mie ayam dan mie pangsit ini, Mama bisa menggunakan kedua resep ini secara bergantian dengan hasil yang berbeda. Bahkan, Mama bisa masak mie dua hari berturut-turut dengan cita rasa yang sama sekali berbeda. Selamat mencoba ya, Ma!


Oh ya, kalau berhasil membuat mie pangsit yang lezat, share di Dapur Umami untuk melengkapi resep mie ayam ini, ya?