Menikmati Daging Sapi Bagian Gandik: Berserat Tapi Nikmat

Ketika berbicara tentang daging sapi, sepertinya saat ini kita banyak terpesona dengan tenderloin atau has dalam dan khususnya yang digunakan untuk steak. Tapi, tahukah Mama kalau ada satu jenis daging sapi yang tak kalah istimewanya di Indonesia? Ya, gandik namanya. 


Gandik adalah daging sapi yang berasal dari bagian paha luar. Ciri dari bagian ini adalah warnanya cenderung lebih terang dan memiliki serat yang keras. Karena dua sifat ini, maka bagian ini perlu dimasak cukup. Dan, hal itu memungkinkan bumbu lebih meresap. 

Berikut ini beberapa olahan dengan gandik yang bisa Mama coba. 


Empal Krawu

Yang pertama ini sudah menjadi jaminan akan membuat nasi cepat habis. Empal krawu ini cocok dimakan langsung dengan nasi putih dan sedikit lalapan. Atau, kalau ingin lebih eksotis, Mama bisa membuat juga nasi jagung dan urap-urap daun singkong. 


Bahan empal krawu terdiri dari dua kelompok: bahan utama dan bumbu halus. Bahan utama adalah 150 gram daging sapi gandik. Mama perlu merebus gandik selama 45 menit. Setelah itu biarkan daging menjadi dingin dan kemudian suwir sesuai selera.


Untuk bumbunya, ada dua kelompok, yaitu bumbu halus dan bumbu tambahan. Bumbu halus terdiri dari : Bawang Merah (6 siung), Bawang Putih (3 siung), Ketumbar (½ sendok makan), Jinten (¼ sendok teh), Kemiri (2 buah), dan Gula Merah (30 gram). 


Bumbu lainnya terdiri dari Daun Salam (2 lembar), Laos, Masako® Rasa Sapi (½ bungkus), Minyak Goreng (3 sendok makan), dan 150 ml Air. 

Untuk membuatnya, Mama perlu memanaskan minyak goreng dan kemudian menumis bumbu halus. Ketika aroma sudah harum, masukkan air sedikit demi sedikit disertai daun salam dan laos. Selanjutnya, masukkan daging yang sudah disuwir serta Masako®. 


Biarkan bumbu meresap dan air menyusut. Ketika sudah mendapatkan tingkat kelembaban yang diinginkan, matikan kompor dan angkat krawu. 


Empal Krawu Daging Sapi bagian gandik adalah favorit sarapan akhir pekan.


Rawon Presto

Kalau yang ini, mungkin Mama sudah cukup akrab dengan nama dan rasanya. Yang kita tawarkan di sini sedikit saja berbeda, tepatnya pada cara memasaknya dan waktu yang dibutuhkan. 


Biasanya, karena menggunakan gandik, memasak Rawon biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Serat pada gandik perlu dilunakkan agar nikmat. Namun, dengan presto, waktu memasak Rawon jadi lebih singkat. 


Bumbu - bumbu yang dibutuhkan untuk membuat rawon tidak berbeda sama sekali dengan rawon pada umumnya. Mama perlu menyiapkan Bawang putih (5 siung), Bawang merah (10 siung), Kluwak (3 biji), Jahe (1 ruas), kunyit (½ sendok teh), ketumbar bubuk (½ sendok teh), kemiri (4 buah), lada (½ sendok teh), garam, gula, dan penyedap rasa. 


Setelah semua bahan ini siap, Mama bisa mulai tahap pertama, yaitu merebus daging sapi bagian gandik dengan panci tekan selama 10 menit. Setelah itu, Matikan kompor dan biarkan sampai 30 menit sebelum panci tekan dibuka. Hal ini jauh lebih cepat dibandingkan waktu yang dibutuhkan untuk memasak rawon dengan cara biasa (2 jam). 


Setelah panci tekan dibuka dan daging tidak lagi terlalu panas, Mama bisa mengangkat daging dan memotong-motongnya sesuai selera. 


Setelah semua siap, Mama bisa mulai menumis bumbu halus. Ketika bumbu sudah harum, angkat dari wajan tumis dan masukkan bumbu ke dalam kaldu yang didapatkan dari merebus daging. Masukkan daging ketika semua sudah siap dan masak selama tiga puluh menit hingga bumbu benar-benar meresap.


Dengan dua cara memasak ini, kita bisa mendapatkan yang terbaik dari daging sapi bagian gandik yang memiliki tekstur khas ini. Empal krawu memiliki cita rasa yang kuat karena bumbu yang meresap dengan sempurna ke seluruh bagian daging. Sementara itu, rawon presto memberikan kita daging berserat yang empuk dengan cita rasa legit.