Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Penulis: Azzahra Ilka Aulia
Indonesia punya banyak camilan tradisional yang bukan cuma enak, tapi juga punya cerita budaya. Salah satunya adalah kue kembang goyang, camilan khas Betawi yang sudah ada sejak lama dan masih eksis hingga sekarang.
Bentuknya yang menyerupai bunga, teksturnya renyah, serta rasanya yang manis gurih membuat kue ini jadi favorit banyak orang.
Yuk, kita mengenal lebih dekat asal-usul, makna, hingga keunikan kue kembang goyang yang membuatnya tetap dicintai lintas generasi.
Kue kembang goyang adalah camilan tradisional berbahan dasar tepung beras, santan, gula, dan telur yang digoreng menggunakan cetakan khusus berbentuk bunga.
Proses pembuatannya cukup unik karena adonan harus digoyang-goyangkan hingga terlepas dari cetakan saat digoreng, dari sinilah nama “kembang goyang” berasal.
Teksturnya tipis, renyah, dan ringan saat digigit. Rasanya cenderung manis dengan aroma santan yang khas. Kue ini sering dijumpai di acara adat Betawi, perayaan hari besar, hingga momen spesial seperti Lebaran.
Kue kembang goyang berasal dari budaya masyarakat Betawi, suku asli Jakarta. Sejak zaman dulu, masyarakat Betawi dikenal kreatif dalam mengolah bahan sederhana menjadi berbagai camilan khas, salah satunya kue kembang goyang.
Pada masa lalu, kue ini biasanya dibuat secara gotong royong oleh para ibu di kampung menjelang acara besar. Proses memasaknya dilakukan bersama-sama, mulai dari menyiapkan adonan hingga menggoreng satu per satu kue dengan cetakan besi.
Menariknya, kue kembang goyang dipercaya mendapat pengaruh dari budaya luar, seperti Tiongkok dan Eropa, yang kemudian berbaur dengan cita rasa lokal Betawi. Namun, masyarakat Betawi berhasil mengadaptasinya menjadi camilan dengan karakter khas Nusantara.
Berikut ini bahan-bahan serta cara membuat kue kembang goyang yang bisa kamu coba di rumah
Baca Juga: Mengenal Biji Ketapang, Camilan Tradisional Asal Betawi
Biar kue kembang goyang buatan sendiri hasilnya renyah, cantik, dan tidak gampang gagal, ada beberapa tips simpel yang bisa kamu ikuti.
Cetakan yang panas membantu adonan menempel dengan baik dan mudah terlepas saat digoyang di dalam minyak. Jika cetakan kurang panas, adonan bisa lengket dan bentuk kue jadi kurang sempurna.
Jangan mencelupkan cetakan terlalu dalam agar adonan tidak menutup seluruh permukaan cetakan. Cara ini membantu kue mudah lepas dan membentuk pola bunga yang rapi.
Api yang terlalu besar membuat kue cepat gosong, sementara api terlalu kecil membuat kue menyerap banyak minyak. Api sedang membantu kue matang merata, berwarna cantik, dan tetap renyah.
Saat menggoreng, goyangkan cetakan dengan lembut agar adonan terlepas secara alami tanpa merusak bentuknya. Jangan terburu-buru menarik cetakan.
Pastikan kue digoreng sampai warnanya keemasan dan teksturnya kering agar hasilnya renyah dan tidak mudah melempem.
Biarkan kue kembang goyang dingin sepenuhnya sebelum dimasukkan ke dalam toples agar uap panas tidak terperangkap.
Gunakan toples tertutup rapat dan simpan di tempat kering agar kue kembang goyang tetap renyah lebih lama dan siap dinikmati kapan saja.
Kue kembang goyang adalah camilan tradisional yang renyah dan manis. Kue ini menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat Betawi, mulai dari kebiasaan memasak bersama, nilai kebersamaan, hingga kreativitas dalam mengolah bahan sederhana menjadi sajian yang istimewa.
Di tengah arus modernisasi dan hadirnya beragam camilan kekinian, keberadaan kue kembang goyang patut terus dijaga dan dikenalkan. Dengan memahami sejarahnya, mencoba membuatnya sendiri di rumah, atau menyajikannya dalam berbagai acara, kita ikut berperan dalam melestarikan kuliner khas Betawi agar tidak tergerus zaman.
Harapannya, kue kembang goyang akan terus hadir sebagai camilan penuh nostalgia yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghubungkan kita dengan akar budaya dan tradisi Indonesia.