Artikel & Tips Sejarah Kue Kembang Goyang Betawi dan Cara Membuatnya
Sejarah Kue Kembang Goyang Betawi dan Cara Membuatnya

Sejarah Kue Kembang Goyang Betawi dan Cara Membuatnya

30 Jan 2026, 09:01

Penulis: Azzahra Ilka Aulia

 

Indonesia punya banyak camilan tradisional yang bukan cuma enak, tapi juga punya cerita budaya. Salah satunya adalah kue kembang goyang, camilan khas Betawi yang sudah ada sejak lama dan masih eksis hingga sekarang. 

 

Bentuknya yang menyerupai bunga, teksturnya renyah, serta rasanya yang manis gurih membuat kue ini jadi favorit banyak orang.

 

Yuk, kita mengenal lebih dekat asal-usul, makna, hingga keunikan kue kembang goyang yang membuatnya tetap dicintai lintas generasi.

 

Apa itu Kue Kembang Goyang?

Kue kembang goyang adalah camilan tradisional berbahan dasar tepung beras, santan, gula, dan telur yang digoreng menggunakan cetakan khusus berbentuk bunga.

 

Proses pembuatannya cukup unik karena adonan harus digoyang-goyangkan hingga terlepas dari cetakan saat digoreng, dari sinilah nama “kembang goyang” berasal.

 

Teksturnya tipis, renyah, dan ringan saat digigit. Rasanya cenderung manis dengan aroma santan yang khas. Kue ini sering dijumpai di acara adat Betawi, perayaan hari besar, hingga momen spesial seperti Lebaran.

 

Asal-Usul Kue Kembang Goyang

Kue kembang goyang berasal dari budaya masyarakat Betawi, suku asli Jakarta. Sejak zaman dulu, masyarakat Betawi dikenal kreatif dalam mengolah bahan sederhana menjadi berbagai camilan khas, salah satunya kue kembang goyang.

 

Pada masa lalu, kue ini biasanya dibuat secara gotong royong oleh para ibu di kampung menjelang acara besar. Proses memasaknya dilakukan bersama-sama, mulai dari menyiapkan adonan hingga menggoreng satu per satu kue dengan cetakan besi. 

 

Menariknya, kue kembang goyang dipercaya mendapat pengaruh dari budaya luar, seperti Tiongkok dan Eropa, yang kemudian berbaur dengan cita rasa lokal Betawi. Namun, masyarakat Betawi berhasil mengadaptasinya menjadi camilan dengan karakter khas Nusantara.

 

Resep Kue Kembang Goyang Renyah dan Gurih

Berikut ini bahan-bahan serta cara membuat kue kembang goyang yang bisa kamu coba di rumah

 

Bahan-Bahan:

  • 250 gram tepung beras
  • 50 gram tepung tapioka (opsional, agar lebih renyah)
  • 2 butir telur
  • 100 gram gula pasir
  • 400 ml santan encer
  • ½ sdt garam
  • 1 sdt vanili bubuk
  • 2 sdm wijen
  • Minyak secukupnya untuk menggoreng

 

Cara Membuat:

  1. Kocok telur dan gula hingga tercampur rata, tidak perlu sampai mengembang
  2. Masukkan santan, garam, dan vanili, lalu aduk perlahan hingga tercampur
  3. Tambahkan tepung beras dan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan halus dan licin
  4. Masukkan wijen, aduk kembali sampai merata
  5. Panaskan minyak dan cetakan kue kembang goyang hingga benar-benar panas
  6. Celupkan cetakan panas ke dalam adonan (jangan sampai penuh), lalu masukkan ke minyak panas
  7. Goyang-goyangkan cetakan perlahan hingga adonan terlepas dan mengembang
  8. Goreng hingga kue berwarna kuning keemasan dan renyah, lalu angkat dan tiriskan

 

Baca Juga: Mengenal Biji Ketapang, Camilan Tradisional Asal Betawi

 

Tips Membuat Kue Kembang Goyang agar Renyah dan Cantik

Biar kue kembang goyang buatan sendiri hasilnya renyah, cantik, dan tidak gampang gagal, ada beberapa tips simpel yang bisa kamu ikuti. 

 

1. Pastikan cetakan benar-benar panas

Cetakan yang panas membantu adonan menempel dengan baik dan mudah terlepas saat digoyang di dalam minyak. Jika cetakan kurang panas, adonan bisa lengket dan bentuk kue jadi kurang sempurna.

 

2. Celupkan cetakan secukupnya ke adonan

Jangan mencelupkan cetakan terlalu dalam agar adonan tidak menutup seluruh permukaan cetakan. Cara ini membantu kue mudah lepas dan membentuk pola bunga yang rapi.

 

3. Gunakan api sedang dan stabil

Api yang terlalu besar membuat kue cepat gosong, sementara api terlalu kecil membuat kue menyerap banyak minyak. Api sedang membantu kue matang merata, berwarna cantik, dan tetap renyah.

 

4. Goyang cetakan secara perlahan

Saat menggoreng, goyangkan cetakan dengan lembut agar adonan terlepas secara alami tanpa merusak bentuknya. Jangan terburu-buru menarik cetakan.

 

5. Goreng hingga benar-benar kering

Pastikan kue digoreng sampai warnanya keemasan dan teksturnya kering agar hasilnya renyah dan tidak mudah melempem.

 

7. Dinginkan sebelum disimpan

Biarkan kue kembang goyang dingin sepenuhnya sebelum dimasukkan ke dalam toples agar uap panas tidak terperangkap.

 

8. Simpan dalam wadah kedap udara

Gunakan toples tertutup rapat dan simpan di tempat kering agar kue kembang goyang tetap renyah lebih lama dan siap dinikmati kapan saja.

 

Kue kembang goyang adalah camilan tradisional yang renyah dan manis. Kue ini menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat Betawi, mulai dari kebiasaan memasak bersama, nilai kebersamaan, hingga kreativitas dalam mengolah bahan sederhana menjadi sajian yang istimewa. 

 

Di tengah arus modernisasi dan hadirnya beragam camilan kekinian, keberadaan kue kembang goyang patut terus dijaga dan dikenalkan. Dengan memahami sejarahnya, mencoba membuatnya sendiri di rumah, atau menyajikannya dalam berbagai acara, kita ikut berperan dalam melestarikan kuliner khas Betawi agar tidak tergerus zaman. 

 

Harapannya, kue kembang goyang akan terus hadir sebagai camilan penuh nostalgia yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghubungkan kita dengan akar budaya dan tradisi Indonesia.