Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Kalau kamu pernah jalan-jalan ke Bandung, pasti tidak asing dengan jajanan yang satu ini, yaitu odading. Bentuknya terlihat seperti roti goreng biasa, rasanya manis gurih, dan teksturnya empuk di dalam dengan bagian luar yang sedikit renyah.
Beberapa tahun terakhir, odading bahkan sempat viral dan kembali populer di berbagai daerah. Banyak orang jadi penasaran dan ingin mencobanya. Yuk, kenalan lebih jauh dengan odading, mulai dari asal-usul, resep, hingga tips membuatnya!
Odading adalah jajanan tradisional khas Bandung yang terbuat dari adonan tepung terigu, gula, ragi, dan bahan sederhana lainnya, lalu digoreng hingga mengembang.
Nama “odading” memang terdengar unik dan cukup berbeda dari nama makanan lainnya. Konon, nama ini berasal dari ucapan seorang anak Belanda, yaitu “O dat ding” yang melihat jajanan ini karena teringat dengan kue sejenis di negaranya.
Ada juga yang mengatakan bahwa odading sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan merupakan adaptasi dari roti goreng ala Eropa yang kemudian disesuaikan dengan bahan dan selera lokal.
Sekilas, bentuknya mirip dengan roti goreng atau donat tanpa lubang, tapi biasanya dipotong berbentuk kotak atau persegi panjang. Bagian luarnya berwarna kecokelatan dengan taburan wijen di atasnya, sedangkan bagian dalamnya empuk dan sedikit berongga.
Kalau ingin menikmati odading hangat tanpa harus ke Bandung, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah. Yuk, langsung coba resep odading empuk dan mengembang berikut ini!
Biar odading buatanmu bisa empuk, mengembang, dan rasanya enak seperti yang dijual di luar, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan.
Ragi adalah kunci utama agar adonan bisa mengembang. Pastikan ragi yang digunakan masih aktif dan belum kedaluwarsa. Kalau ragi tidak aktif, adonan akan sulit mengembang dan hasil odading jadi padat.
Proses menguleni adonan penting untuk membentuk tekstur yang empuk. Adonan yang kalis biasanya terasa halus, tidak lengket di tangan, dan bisa ditarik tanpa mudah putus. Semakin baik adonan diuleni, semakin bagus hasil tekstur odading nantinya.
Setelah diuleni, adonan perlu didiamkan agar mengembang dua kali lipat. Proses ini disebut fermentasi. Jangan terburu-buru karena jika adonan belum cukup mengembang, hasil odading bisa kurang lembut.
Saat menggoreng, gunakan minyak yang cukup banyak agar odading bisa mengembang dengan sempurna dan tidak menempel di dasar wajan. Teknik ini juga membantu menghasilkan bentuk yang lebih cantik.
Minyak yang panas akan membuat adonan langsung mengembang saat digoreng. Jika minyak kurang panas, odading bisa menyerap terlalu banyak minyak dan jadi kurang enak.
Gunakan api yang sedang karena jika terlalu besar bisa membuat bagian luar cepat gosong, sedangkan bagian dalam belum matang. Gunakan api sedang agar matang merata.
Saat menggoreng, cukup balik odading sekali saja agar tidak menyerap minyak berlebihan dan bentuknya tetap bagus.
Dengan bahan yang sederhana dan langkah yang mudah diikuti, odading bisa jadi camilan favorit yang bisa kamu buat sendiri di rumah.
Kalau sudah berhasil, menikmati odading hangat dengan tekstur empuk dan rasa manis gurih pasti bikin puas. Yuk, cobain sendiri dan jadikan odading sebagai camilan santai di rumah.