Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Banyak orang mengira caviar berasal dari telur ikan biasa, seperti telur salmon atau telur tobiko yang sering ditemukan di sushi. Padahal, caviar memiliki asal-usul dan proses produksi yang sangat berbeda. Tidak semua telur ikan bisa disebut sebagai caviar.
Makanan berwarna hitam mengilap yang sering dijadikan topping ini memang identik dengan kemewahan. Meski ukurannya kecil, harga caviar bisa mencapai jutaan rupiah hanya untuk beberapa puluh gram.
Sebenarnya caviar berasal dari ikan apa? Mengapa harganya begitu mahal? Yuk, kenali lebih jauh makanan premium yang satu ini!
Caviar adalah telur ikan yang berasal dari ikan sturgeon dan telah diawetkan menggunakan garam. Dalam dunia kuliner, hanya telur dari keluarga ikan sturgeon yang secara resmi dapat disebut sebagai caviar.
Ikan sturgeon adalah ikan purba yang hidup sejak lebih dari 200 juta tahun lalu. Habitat alaminya di Laut Kaspia, Laut Hitam, dan beberapa sungai di Eropa, Asia, hingga Amerika Utara. Saat ini, sebagian besar caviar diproduksi melalui budidaya karena populasi sturgeon di alam semakin berkurang.
Butiran caviar memiliki ukuran kecil dengan warna yang beragam, mulai dari hitam, abu-abu, cokelat, hijau zaitun, hingga keemasan, tergantung jenis ikan sturgeon yang menghasilkannya.
Rasa caviar cukup unik. Bukan sekadar asin, tetapi juga memiliki cita rasa gurih (umami), sedikit creamy, buttery, serta aroma laut. Saat dimakan, butiran telurnya akan pecah di mulut dan memberikan sensasi rasa yang khas.
Caviar berasal dari ikan sturgeon (Acipenseridae), yaitu kelompok ikan yang hidup di perairan air tawar maupun air asin. Ada sekitar 27 spesies sturgeon di dunia, tetapi hanya beberapa yang menghasilkan caviar berkualitas tinggi. Berikut beberapa jenis ikan sturgeon yang paling terkenal sebagai penghasil caviar.
Beluga merupakan salah satu spesies sturgeon terbesar di dunia. Telur yang dihasilkannya berukuran besar dengan tekstur sangat lembut dan rasa creamy. Beluga caviar sering dianggap sebagai caviar terbaik sekaligus termahal di dunia karena jumlahnya sangat terbatas.
Ossetra menghasilkan telur berukuran sedang dengan warna cokelat keemasan hingga abu-abu. Rasanya dikenal lebih kompleks, sedikit seperti kacang sehingga menjadi favorit banyak pencinta kuliner premium.
Jenis ini menghasilkan telur yang lebih kecil dibanding Beluga maupun Ossetra. Meski ukurannya kecil, rasa Sevruga cukup kuat dan gurih sehingga tetap menjadi pilihan populer.
Saat ini, Siberian Sturgeon menjadi salah satu jenis yang banyak dibudidayakan karena lebih mudah dipelihara. Rasa caviarnya tetap berkualitas tinggi dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding Beluga.
Proses mendapatkan caviar ternyata tidak sesederhana mengambil telur ikan biasa. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun hingga seekor ikan sturgeon siap menghasilkan telur berkualitas.
Berbeda dengan ikan konsumsi pada umumnya, sturgeon membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapai usia reproduksi.
Tergantung spesiesnya, ikan ini baru menghasilkan telur setelah berusia sekitar 7 hingga 20 tahun. Bahkan, Beluga sturgeon bisa membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun. Inilah salah satu alasan mengapa produksi caviar sangat terbatas.
Dahulu, proses panen biasanya dilakukan dengan mengambil ovarium ikan sehingga ikan tidak dapat bertahan hidup. Namun, kini beberapa peternakan modern menggunakan metode yang lebih ramah lingkungan, yaitu memanen telur tanpa harus membunuh ikan.
Telur kemudian dipisahkan dari membran atau jaringan yang menempel. Proses ini dilakukan secara hati-hati agar butiran telur tetap utuh. Setelah bersih, telur diberi sedikit garam melalui proses yang dikenal sebagai malossol, yaitu teknik penggaraman ringan.
Caviar kemudian dikemas dalam wadah khusus dan disimpan pada suhu dingin agar kualitas, tekstur, serta rasanya tetap terjaga hingga siap dipasarkan.
Tidak mengherankan jika caviar dikenal sebagai salah satu makanan termahal di dunia. Ada beberapa faktor yang membuat harganya sangat tinggi.
Ikan sturgeon membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum menghasilkan telur. Artinya, peternak harus mengeluarkan biaya besar untuk pakan, perawatan, kualitas air, hingga pemeliharaan selama belasan tahun sebelum bisa melakukan panen.
Seekor ikan sturgeon hanya dapat menghasilkan telur pada waktu tertentu. Selain itu, tidak semua telur memenuhi standar kualitas premium sehingga jumlah caviar berkualitas tinggi cukup terbatas.
Selama bertahun-tahun, penangkapan berlebihan membuat populasi sturgeon liar mengalami penurunan drastis. Oleh karena itu, perdagangan caviar kini diatur secara ketat dan sebagian besar berasal dari hasil budidaya resmi.
Mulai dari panen, pembersihan, penggaraman, hingga pengemasan dilakukan secara hati-hati. Kesalahan kecil saja dapat memengaruhi tekstur maupun rasa caviar.
Caviar telah lama menjadi simbol kemewahan. Restoran fine dining, hotel berbintang, hingga acara eksklusif di berbagai negara masih menjadikan caviar sebagai salah satu bahan makanan premium sehingga permintaannya tetap tinggi.
Caviar memiliki rasa yang lembut, gurih, sedikit asin, dan meninggalkan sensasi umami. Caviar umumnya dinikmati dengan cara sederhana agar rasa aslinya tetap menjadi bintang utama. Berikut beberapa cara menikmati caviar.
Cara paling klasik menikmati caviar adalah memakannya langsung dalam porsi kecil. Biasanya, caviar diletakkan di punggung tangan, tepat di antara ibu jari dan telunjuk, lalu disantap agar suhu tubuh sedikit menghangatkan telur ikan dan aroma alaminya lebih keluar
Caviar sering disajikan di atas blini, yaitu pancake mini khas Rusia yang lembut. Jika tidak ada blini, juga bisa menggunakan roti panggang tipis, crackers, atau baguette sebagai alas. Tambahkan sedikit crème fraîche atau krim asam untuk memberikan rasa yang lebih seimbang.
Butiran caviar dapat dijadikan pelengkap berbagai hidangan premium, seperti smoked salmon, oyster segar, telur rebus, pasta dengan saus krim, hingga sushi atau sashimi premium. Cukup gunakan sedikit caviar sebagai topping agar rasa gurihnya tidak tertutup oleh bahan lain.
Di balik harganya yang mahal, caviar melalui proses budidaya dan produksi yang panjang, mulai dari pemeliharaan ikan sturgeon selama bertahun-tahun hingga proses panen dan pengolahan yang dilakukan dengan sangat teliti.
Kini, setelah mengenal asal-usul caviar, berbagai jenisnya, proses pengambilannya, alasan di balik harganya yang tinggi, hingga cara penyajiannya, kamu bisa lebih memahami mengapa bahan makanan ini memiliki nilai yang begitu tinggi.
Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Ikan Laut yang Populer untuk Dikonsumsi