Artikel & Tips Mengenal Makanan Khas Aceh yang Kaya Rasa dan Rempah
Mengenal Makanan Khas Aceh yang Kaya Rasa dan Rempah

Mengenal Makanan Khas Aceh yang Kaya Rasa dan Rempah

06 Sep 2025, 22:09

Kalau bicara soal kuliner Indonesia, Aceh jelas punya tempat istimewa. Kuliner Aceh terkenal kaya rempah, pedas, dan bercita rasa kuat, hasil dari akulturasi budaya Arab, India, hingga Melayu.

 

Nah, kali ini Dapur Umami akan mengajak kamu mengenal beberapa makanan khas Aceh yang populer. Penasaran? Yuk cek kuliner Aceh berikut ini yang kaya rasa dan budaya.

 

Pilihan Makanan Khas Aceh yang Populer

Aceh punya banyak hidangan ikonik yang sayang untuk dilewatkan. Berikut beberapa makanan khasnya yang paling populer dan wajib dicoba!

 

1. Mie Aceh

 

2

 

Mie Aceh dipercaya mendapat pengaruh dari kuliner India dan Arab yang masuk lewat jalur perdagangan di masa lalu. Makanya, tidak heran kalau bumbu yang dipakai mirip dengan rempah kari, seperti kunyit, jintan, kapulaga, dan kayu manis.

 

Mie Aceh menggunakan mi kuning tebal, mirip mi bakmi, tapi teksturnya lebih kenyal. Hidangan ini bisa disajikan dalam tiga varian, mie goreng (kering), mie tumis (sedikit berkuah kental), dan mie kuah (lebih berkuah).

 

Rasanya pedas, gurih, dan aromatik. Biasanya dimasak dengan tambahan daging sapi, kambing, atau seafood seperti udang dan kepiting. Perasan jeruk nipis serta taburan emping melinjo membuat rasanya makin segar dan nikmat.

 

Mie Aceh identik dengan rasa pedas gurih yang bikin hangat di badan. Hidangan ini bukan hanya mengenyangkan, tapi juga cocok jadi menu spesial saat makan bersama keluarga. Dengan resep Mie Aceh Spesial ala Masako®, kamu bisa menghadirkan cita rasa autentik mie Aceh langsung dari dapur sendiri.

 

Bahan-Bahan:

  • 100 gr daging sapi
  • 200 gr mie basah besar
  • 50 gr tauge
  • 50 gr kol
  • 3 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 1 sdt kecap manis
  • 1 sdt kari bubuk
  • 1 sdt gula
  • ½ bungkus Masako® Rasa Sapi  11 gr
  • 3 sdm minyak goreng
  • 150 ml air

Bahan Pelengkap:

  • Irisan Tomat
  • Irisan Jeruk Nipis

 

Cara Membuat:

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, dan 50 ml air hingga lembut, lalu sisihkan.
  2. Iris kol serta daging sapi, kemudian sisihkan
  3. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daging sapi, aduk hingga berubah warna. Tambahkan kol, sisa air, kecap manis, gula, bubuk kari, dan Masako® Rasa Sapi, aduk rata.
  4. Masukkan mie dan tauge, masak sampai matang. Angkat dan sajikan bersama bahan pelengkap.

 

2. Kuah Pliek U

“Pliek U” adalah sebutan untuk ampas kelapa yang sudah difermentasi. Bumbu ini jadi bahan dasar penting dalam berbagai masakan tradisional Aceh. Konon, makanan ini sudah ada sejak zaman kerajaan Aceh dan biasa dihidangkan saat kenduri besar.

 

Kuah Pliek U berupa kari kental berwarna cokelat kekuningan dengan isi beragam sayuran, seperti nangka muda, kacang panjang, daun singkong, melinjo, dan terkadang ditambah ikan.

 

Rasanya unik, perpaduan gurih, asam, dan sedikit pahit dari fermentasi kelapa. Bagi yang pertama kali mencoba mungkin terasa asing, tapi justru keunikan inilah yang membuat kuah pliek U begitu dicintai masyarakat Aceh

 

3. Ayam Tangkap

Nama hidangan ini mungkin terdengar lucu, seakan ayamnya harus ditangkap dulu sebelum dimakan. Ayam tangkap biasanya disajikan pada acara penting seperti kenduri, pesta pernikahan, hingga pertemuan keluarga besar. Makanan ini jadi simbol kebersamaan dan jamuan khas Aceh.

 

Ayam tangkap berupa potongan ayam yang digoreng garing bersama dedaunan aromatik, seperti daun pandan, daun salam koja (daun kari), dan daun temurui. Saat disajikan, dedaunan goreng itu menutupi ayam sehingga terlihat “bersembunyi” di balik daun.

 

Rasanya gurih, renyah di luar tapi juicy di dalam. Aroma rempah dari daun kari membuat ayam ini berbeda dari ayam goreng biasa. Tak heran jika ayam tangkap sering disebut sebagai salah satu hidangan terenak dari Aceh.

 

4. Nasi Gurih

Kalau di Jakarta ada nasi uduk, maka di Aceh ada nasi gurih yang tak kalah nikmat. Nasi gurih sudah lama menjadi makanan sehari-hari masyarakat Aceh. Biasanya disantap untuk sarapan atau disajikan saat acara keluarga.

 

Nasi gurih dimasak dengan santan, daun pandan, dan sedikit rempah sehingga menghasilkan tekstur nasi yang lembut dan wangi. Hidangan ini biasanya disajikan dengan lauk sederhana seperti telur rebus, ayam, ikan, bawang goreng, sambal, hingga acar mentimun.

 

Sesuai namanya, nasi ini punya cita rasa gurih yang lembut, tidak terlalu tajam sehingga cocok dipadukan dengan lauk apa saja. Rasanya menenangkan dan bikin kangen rumah.

 

5. Kue Bhoi

Beralih ke makanan manis, Aceh juga punya jajanan tradisional yang manis legit, yaitu kue bhoi. Kue ini sering hadir dalam acara adat atau perayaan, misalnya kenduri khitanan, pernikahan, hingga acara syukuran. 

 

Bentuknya unik karena biasanya dicetak dalam loyang berbentuk ikan, bunga, atau hewan lainnya. Kue bhoi mirip dengan kue bolu, hanya saja teksturnya lebih padat di luar dan lembut di dalam. Warna kuning keemasan membuatnya tampak menggoda.

 

Rasanya manis, lembut, dengan aroma telur dan vanila yang khas. Sangat cocok dinikmati bersama secangkir kopi atau teh Aceh yang harum.

 

Ciri Khas Bumbu dan Rempah Aceh

Setiap masakan Aceh selalu kaya aroma rempah. Inilah yang membuat hidangannya berbeda dari daerah lain.

 

1. Kaya Akan Bumbu dan Rempah

Salah satu hal yang langsung terasa ketika mencicipi masakan Aceh adalah kekayaan bumbunya. Hampir semua hidangan menggunakan rempah-rempah dalam jumlah banyak, mulai dari ketumbar, jintan, kapulaga, cengkih, kayu manis, hingga kunyit. 

 

Perpaduan rempah ini menghasilkan aroma tajam sekaligus rasa yang kuat. Tak heran kalau kuliner Aceh sering disebut sebagai salah satu masakan paling berani di Nusantara dalam urusan bumbu.

 

2. Menggunakan Bahan Segar

Selain rempah kering, kuliner Aceh juga mengandalkan bahan segar. Ikan laut yang baru ditangkap, sayuran segar, serta santan kental dari kelapa segar sering jadi bahan utama. 

 

Daun aromatik seperti daun kari, pandan, salam, dan serai juga hampir selalu hadir untuk menambah rasa. Kehadiran bahan segar inilah yang membuat masakan Aceh terasa lebih hidup, segar, dan memikat.

 

Dari kelima hidangan ini saja, kita sudah bisa melihat betapa kayanya kuliner Aceh. Ciri khasnya adalah penggunaan rempah yang melimpah, seperti kapulaga, cengkih, kayu manis, jintan, dan lada. Perpaduan inilah yang membuat masakan Aceh punya aroma tajam, rasa pedas yang nendang, serta cita rasa gurih yang memanjakan lidah.

 

Selain itu, kuliner Aceh juga kental dengan nilai budaya. Banyak makanan yang hanya dihidangkan saat acara adat atau perayaan tertentu. Dengan begitu, makanan bukan sekadar pengisi perut, melainkan juga bagian dari identitas dan tradisi masyarakat Aceh.