Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Penulis: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
Sering muncul keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis, seperti cokelat, kue, atau minuman bergula? Kondisi ini dikenal sebagai sugar craving, yaitu dorongan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan makan, perubahan hormon, hingga kondisi emosional seperti stres.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula dapat memicu pelepasan dopamin di otak sehingga menimbulkan rasa senang dan mendorong keinginan untuk mengonsumsinya kembali. Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini dapat meningkatkan asupan gula berlebih yang berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab sugar craving agar dapat mengelolanya dengan lebih baik melalui pola makan yang seimbang.
Sugar craving adalah keinginan kuat dan spesifik untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula. Dalam beberapa penelitian, kondisi ini dikaitkan dengan respons otak terhadap rasa manis yang dapat merangsang pelepasan dopamin, yaitu senyawa yang berperan dalam sistem penghargaan (reward system). Hal tersebut membuat konsumsi makanan manis terasa menyenangkan sehingga tubuh terdorong untuk mengulanginya. Akibatnya, seseorang bisa merasa ingin makan makanan manis meskipun sebenarnya tidak sedang lapar.
Rasa lapar merupakan sinyal alami tubuh yang menandakan kebutuhan energi dan biasanya dapat dipenuhi dengan berbagai jenis makanan.
Sugar craving adalah keinginan spesifik untuk mengonsumsi makanan manis dan sering dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti stres, kebiasaan makan, atau perubahan suasana hati.
Sugar craving dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik dari kebiasaan makan, kondisi tubuh, maupun faktor psikologis. Berikut beberapa hal yang diketahui dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.
Sering mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula dapat membuat tubuh terbiasa dengan rasa manis. Hal ini dapat merangsang sistem penghargaan di otak sehingga meningkatkan keinginan untuk kembali mengonsumsi makanan manis.
Hormon seperti insulin, ghrelin, dan leptin berperan dalam mengatur rasa lapar dan kenyang. Perubahan atau ketidakseimbangan hormon tersebut dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu, termasuk makanan manis.
Kurang tidur dapat memengaruhi hormon pengatur nafsu makan sehingga meningkatkan rasa lapar. Kondisi ini membuat tubuh lebih cenderung mencari makanan tinggi energi seperti makanan manis.
Saat stres, tubuh menghasilkan hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan. Banyak orang juga cenderung mengonsumsi makanan manis untuk mendapatkan rasa nyaman secara emosional.
Pola makan yang kurang seimbang, misalnya rendah protein atau serat, dapat membuat rasa kenyang tidak bertahan lama. Akibatnya, tubuh lebih cepat mencari sumber energi cepat seperti makanan manis.
Baca Juga: Stop Sugar Craving! Ini Cara Kurangi Makan Manis
Sugar craving yang terjadi terus-menerus dapat meningkatkan asupan gula harian jika tidak dikontrol. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan.
Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan asupan energi harian. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, kelebihan energi tersebut dapat disimpan sebagai lemak dan meningkatkan berat badan.
Asupan gula berlebih dalam jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan gula darah dan kerja hormon insulin. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang berkaitan dengan diabetes tipe 2 dan gangguan metabolik.
Makanan tinggi gula dapat menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat yang diikuti penurunan dalam waktu singkat. Hal ini dapat membuat tubuh mudah merasa lelah, lapar kembali, dan memengaruhi suasana hati.
Sugar craving dapat dikontrol dengan menerapkan pola hidup yang lebih seimbang. Beberapa perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup dapat membantu mengurangi keinginan berlebihan terhadap makanan manis.
Mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi yang seimbang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini dapat mengurangi keinginan untuk mencari makanan manis sebagai sumber energi cepat.
Karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, oat, atau nasi merah dicerna lebih lambat oleh tubuh. Proses ini membantu menjaga energi lebih stabil sehingga dapat mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis.
Protein dan serat dapat membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama. Dengan demikian, keinginan untuk mengonsumsi camilan manis di antara waktu makan dapat berkurang.
Mengelola stres melalui aktivitas seperti olahraga, relaksasi, atau tidur yang cukup dapat membantu mengurangi keinginan makan emosional. Hal ini penting karena stres sering memicu keinginan mengonsumsi makanan manis.
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara bertahap dapat membantu tubuh beradaptasi dengan rasa yang tidak terlalu manis. Seiring waktu, keinginan terhadap makanan manis biasanya akan berkurang.
Buah segar mengandung gula alami serta serat, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh. Serat pada buah juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Yogurt yang dipadukan dengan buah dapat menjadi camilan yang lebih seimbang karena mengandung protein dan serat. Kombinasi ini juga memberikan rasa manis alami tanpa tambahan gula berlebih.
Dark chocolate dengan kandungan kakao tinggi umumnya memiliki kadar gula lebih rendah dibandingkan cokelat biasa. Konsumsi dalam jumlah moderat dapat menjadi alternatif saat ingin makan manis.
Sugar craving merupakan keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Jika tidak dikontrol, kondisi ini dapat meningkatkan asupan gula berlebih yang berisiko terhadap kesehatan. Oleh karena itu, menerapkan pola makan seimbang, memilih sumber makanan yang lebih sehat, serta mengelola gaya hidup dengan baik dapat membantu mengurangi sugar craving dan menjaga kesehatan tubuh.
Jika Umamichi masih memiliki pertanyaan seputar gizi dan pola makan sehat, jangan ragu untuk bertanya langsung kepada NutriExpert Dapur Umami untuk mendapatkan informasi yang tepat dan terpercaya.