Artikel & Tips 7 Jenis Plastik Kemasan dan Kode Daur Ulangnya
7 Jenis Plastik Kemasan dan Kode Daur Ulangnya

7 Jenis Plastik Kemasan dan Kode Daur Ulangnya

15 Oct 2025, 10:10

Penulis: Azzahra Ilka Aulia

 

Plastik seakan sudah jadi bagian dari hidup sehari-hari. Mulai dari botol air mineral, kantong belanja, hingga wadah makanan take-away. Praktis memang, tapi di balik semua itu, ada hal penting yang sering kita abaikan, yaitu kode daur ulang plastik.

 

Kode-kode ini biasanya berupa angka yang ada di bagian bawah kemasan. Sayangnya, banyak orang tidak benar-benar memperhatikan atau bahkan belum tahu apa artinya. 

 

Padahal, kode ini bukan cuma untuk urusan daur ulang, tapi juga menyangkut keamanan pangan kita. Salah pilih plastik bisa bikin zat berbahaya ikut masuk ke makanan, lho.

 

Jenis-Jenis Plastik Kemasan 

Nah, biar makin paham, yuk kita kenali 7 jenis plastik kemasan yang paling umum beserta kode daur ulangnya.

 

1. PETE atau PET (Kode 1) – Polyethylene Terephthalate

Plastik jenis ini yang paling sering kita temui sehari-hari. Umumnya berwarna bening, tipis, ringan, dan memang dibuat untuk sekali pakai. Contoh penggunaannya bisa dilihat pada botol air mineral, botol minuman bersoda, hingga kemasan minyak goreng.

 

Sekilas kelihatan aman dipakai berulang, kan? Tapi sebenarnya tidak disarankan. PET cenderung mudah mengeluarkan zat kimia terutama jika terkena panas atau dipakai berulang kali. 

 

Jadi, kalau botol air mineral sudah habis, sebaiknya jangan isi ulang berkali-kali. Lebih baik gunakan wadah minum yang memang dirancang untuk pemakaian berulang.

 

2. HDPE (Kode 2) - High-Density Polyethylene

Plastik ini biasanya memiliki tekstur tebal, kuat, dan umumnya tidak transparan. Kita bisa menemukannya pada botol susu, botol sabun cair, botol deterjen, hingga beberapa jenis wadah makanan yang lebih kokoh.

 

Kabar baiknya, HDPE termasuk salah satu plastik yang dianggap aman untuk kontak dengan makanan dan minuman. Selain itu, sangat mudah didaur ulang. Makanya, banyak produsen menggunakannya sebagai pilihan utama untuk kemasan.

 

3. PVC (Kode 3) - Polyvinyl Chloride

PVC memiliki sifat yang fleksibel, jernih, dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan. Tak heran kalau kita bisa menemukannya pada cling wrap atau plastik pembungkus makanan, beberapa jenis botol, hingga mainan anak.

 

Masalahnya, PVC mengandung zat kimia yang bisa berbahaya, terutama kalau dipanaskan atau kena makanan berminyak. Oleh karena itu, sebaiknya dihindari untuk kontak langsung dengan makanan panas. 

 

4. LDPE (Kode 4) - Low-Density Polyethylene

Jenis plastik ini terbilang lebih ramah di dapur karena sering kita gunakan sehari-hari. Teksturnya lunak, fleksibel, dan tahan air sehingga praktis untuk berbagai kebutuhan. 

 

Kita bisa menemukannya pada kantong belanja plastik, ziplock bags, hingga plastik kemasan roti yang biasa dipakai untuk menyimpan makanan agar tetap segar.

 

LDPE relatif aman untuk makanan, tapi sayangnya daur ulangnya masih terbatas. Jadi, kalau bisa, pakai ulang kantong plastik LDPE yang masih bersih atau beralih ke tas belanja kain untuk mengurangi sampah.

 

5. PP (Kode 5) - Polypropylene

Plastik jenis ini sering disebut sebagai yang paling aman untuk digunakan sehari-hari. Karakternya keras tapi tetap ringan, tahan panas, dan cukup kuat sehingga cocok dipakai berulang kali. 

 

Contoh penggunaannya bisa kita temukan pada wadah take-away untuk makanan panas, kotak bekal, sedotan, hingga botol minum bayi modern yang memang dirancang aman untuk kontak langsung dengan makanan dan minuman.

 

PP dianggap paling aman untuk kontak makanan karena tahan panas dan tidak mudah mengeluarkan zat berbahaya. Cocok untuk wadah makanan yang sering dipakai berulang kali. Jadi, kalau mau pilih wadah untuk bekal atau menyimpan makanan, cari yang berkode PP ya.

 

6. PS (Kode 6) - Polystyrene

Pernah membeli makanan yang dikemas dengan styrofoam? Nah, itulah plastik jenis PS. Plastik ini memiliki ciri khas yang ringan, mudah patah, dan teksturnya mirip busa. 

 

Kita bisa menemukannya pada wadah styrofoam untuk makanan, cangkir kopi sekali pakai, hingga sendok dan garpu plastik sekali pakai yang biasanya digunakan untuk kebutuhan praktis.

 

Walau praktis, PS sebaiknya dihindari terutama untuk makanan panas atau berminyak. Selain sulit didaur ulang, plastik jenis ini juga bisa melepaskan zat berbahaya saat terkena panas. Jadi, kalau bisa pilih wadah alternatif lain yang lebih aman.

 

7. OTHER (Kode 7)

Kategori plastik dengan kode 7 ini bisa dibilang sebagai kelompok “campur-campur” karena mencakup berbagai jenis plastik yang tidak masuk ke kategori lain. Sifatnya pun beragam, bisa bening atau tebal, tergantung dari bahan campurannya. 

 

Contoh penggunaannya antara lain pada botol bayi model lama, kemasan berbahan polikarbonat, hingga beberapa jenis plastik modern dengan formula baru.

 

Kode 7 kadang aman, kadang tidak. Hal ini karena beberapa plastik polikarbonat lama mengandung BPA (Bisphenol A) yang bisa berbahaya jika terkena panas. Makanya sekarang banyak produk makanan atau botol bayi yang sudah mencantumkan label “BPA Free” sebagai tanda lebih aman.

 

Pentingnya Memahami Kode Plastik untuk Rumah Tangga

Setelah tahu jenis-jenis plastik, sekarang pertanyaannya, kenapa kita perlu peduli dengan kode plastik tersebut?

 

1. Keamanan Pangan

Plastik yang salah bisa melepaskan zat kimia berbahaya ke makanan. Misalnya, botol PET (kode 1) yang dipakai berulang atau wadah PS (kode 6) untuk makanan panas. Dengan mengenali kode, kita bisa lebih hati-hati memilih wadah, terutama untuk makanan anak-anak.

 

2. Aksi Daur Ulang

Kode ini juga membantu proses daur ulang. Kalau kita memilah sampah plastik sesuai kode, proses daur ulang jadi lebih mudah dan efektif. Bayangkan kalau semua orang terbiasa melakukan ini, jumlah plastik yang berakhir di TPA atau laut bisa jauh berkurang.

 

Tips Praktis dalam Memilih dan Menggunakan Plastik

Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar lebih bijak dalam memilih dan menggunakan plastik agar tetap aman untuk kesehatan sekaligus ramah lingkungan.

  • Baca kode di bawah kemasan. Biasakan cek angka di segitiga daur ulang sebelum membeli.
  • Gunakan sesuai fungsinya. Jangan isi ulang botol PET berkali-kali, atau jangan panaskan makanan di wadah PS.
  • Utamakan PP (kode 5). Kalau untuk bekal dan wadah makanan berulang, ini pilihan terbaik.
  • Kurangi plastik sekali pakai. Gunakan botol minum isi ulang, tas kain, atau wadah kaca.
  • Pisahkan sampah plastik. Pilah berdasarkan jenis agar lebih mudah didaur ulang.

 

Plastik memang praktis, tapi saat kita tidak bijak menggunakannya, bisa jadi bumerang untuk kesehatan dan lingkungan. Dengan memahami kode daur ulang plastik, kita bisa memilih kemasan yang lebih aman untuk keluarga sekaligus ikut menjaga bumi tetap sehat.

 

Jadi, lain kali saat ambil botol minum atau bungkus makanan, jangan cuma lihat isinya. Coba tengok angka di bawah kemasan. Dari situ, kita bisa tahu apakah plastik itu aman dipakai, bisa didaur ulang, atau justru sebaiknya dihindari.

 

Menjadi konsumen yang cerdas bukan hanya soal hemat belanja, tapi juga soal menjaga kesehatan keluarga dan masa depan lingkungan.