Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Penulis: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
Intermittent Fasting (IF) adalah metode diet yang mengatur waktu makan dan puasa, bukan jenis makanan yang dikonsumsi. Metode ini semakin populer karena dianggap efektif dalam menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme, dan memperbaiki sensitivitas insulin. Bagi pemula, memulai IF dengan langkah yang tepat sangat penting untuk memastikan keberhasilan dan menjaga kesehatan tubuh. Ingin tahu lebih lanjut tentang cara menjalankan IF dengan aman dan efektif?
Yuk, simak artikel ini sampai tuntas!
1. Membantu menurunkan berat badan dan mengurangi lemak tubuh secara alami karena jendela makan yang terbatas membuat tubuh mulai memakai cadangan lemak sebagai energi
2. Meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu pengaturan gula darah, yang penting untuk mencegah atau mengelola kondisi seperti diabetes tipe 2
3. Mendukung kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol buruk (LDL) dan trigliserida, sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular
4. Memicu proses perbaikan sel-sel dalam tubuh (seperti autophagy) dan mengurangi peradangan kronis, yang berpotensi mendukung daya tahan tubuh dan penuaan sehat
Sebelum memilih metode yang paling sesuai, penting untuk memahami bahwa ada berbagai pola IF (Intermittent Fasting) yang berbeda-beda dari segi durasi puasa dan jendela makan. Yuk, kita jelajahi dua metode yang paling ramah untuk pemula!
Metode 12:12 berarti jendela makan berlangsung selama 12 jam (misalnya mulai pukul 08.00 hingga 20.00), lalu dilanjut dengan puasa selama 12 jam berikutnya. Karena durasi puasa masih relatif pendek, metode ini tergolong aman dan cocok sebagai langkah awal, terutama bagi pemula yang ingin mencoba pola makan teratur. Namun, dalam penelitian JAMA Internal Medicine (2022), menunjukkan bahwa metode dengan jendela makan ≥ 12 jam belum terbukti secara signifikan lebih baik dalam menurunkan berat badan dibanding jendela makan yang lebih sempit (≥12 jam vs jendela sangat terbatas).
Puasa 16 jam dan Jendela Makan 8 jam. Metode ini dapat melibatkan melewati waktu sarapan, contohnya mulai makan pukul 12.00 hingga 20.00, kemudian puasa hingga keesokan harinya. Penelitian dalam Journal of Translational Medicine (2024), menunjukkan bahwa setelah 8 minggu, menerapkan pola 16:8 mengalami akan dapat menurunkan massa tubuh. Seihingga, metode ini bisa jadi pilihan yang cukup efektif untuk memperbaiki komposisi tubuh dan mengurangi lemak apabila dijalankan konsisten dan dipadukan dengan makanan bergizi.
Baca Juga: Protein Bikin Kenyang Lebih Lama, Solusi Sehat Pengontrol Berat Badan
Sebelum memulai pola makan IF berikut beberapa tips praktis yang bisa membantu agar perjalanan IF berjalan lebih lancar dan aman.
Saat menjalani pola puasa seperti IF, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting karena selama periode puasa tubuh tetap melakukan proses metabolisme dan keluarkan cairan lewat urin atau keringat dan penelitian Front Nutr (2022), asupan cairan saat puasa sering di bawah rekomendasi yang dianjurkan. Dengan hidrasi yang cukup, tubuh bisa menjaga keseimbangan elektrolit dan volume darah, serta memperkecil risiko dehidrasi yang bisa muncul dari puasa yang lama. Jadi, pastikan minum air putih cukup di jendela makan serta menghindari cairan manis berlebihan agar tubuh merasa nyaman saat puasa.
Meski IF lebih fokus pada kapan makan, bukan jenis makanan, kualitas makan tetap berperan besar. Penelitian JAMA Internal Medicine (2020), menunjukkan bahwa pola makan yang hanya mengatur waktu tanpa memperhatikan kualitas makanan belum otomatis memberikan hasil maksimal. Maka saat jendela makan tiba, pilihlah makanan bergizi, seperti sayur‐sayuran, sumber protein baik (ikan, ayam tanpa lemak, kacang), karbohidrat kompleks dan tetap batasi makanan olahan atau sangat manis agar gizi tubuh tetap terpenuhi dan metabolisme berjalan lancar.
Menetapkan jendela makan yang konsisten (misalnya 12.00–20.00) membantu tubuh menyesuaikan diri dan mendukung ritme metabolik alami. Dalam Nutrients (2022), membuka jendela makan lebih awal (pagi) berkaitan dengan laju penurunan berat badan yang lebih baik dibandingkan mulai makan lebih terlambat. Dengan konsistensi, hormon‐lapar, insulin dan proses pencernaan bisa lebih teratur, sehingga IF lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Jangan langsung memilih jendela puasa yang ekstrem mulai dengan puasa ringan seperti 12:12 sebelum beralih ke 16:8 agar tubuh punya waktu beradaptasi. Dengarkan tanda tubuh seperti pusing, kelelahan atau gangguan tidur: jika muncul, mungkin perlu menyesuaikan jendela makan atau berkonsultasi dengan profesional gizi. Dengan pendekatan bertahap yang bijak, IF bisa menjadi metode yang aman dan mendukung gaya hidup sehat.
Intermittent Fasting (IF) adalah strategi yang efektif untuk mengatur berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme secara keseluruhan. Dengan memulai dari metode ringan dan memastikan asupan gizi yang baik saat jendela makan, IF bisa dijalankan dengan aman dan lebih berkelanjutan.
Yuk, agar lebih optimal, konsultasikan pilihan pola puasa dan menu makanmu melalui fitur Tanya NutriExpert di Dapur Umami.