Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Penulis: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien.
Buah matoa (Pometia pinnata) merupakan buah khas Indonesia yang banyak ditemukan di Papua dan dikenal dengan cita rasa manis yang unik, menyerupai perpaduan rambutan dan lengkeng. Tidak hanya menarik dari segi rasa, matoa juga dilaporkan mengandung senyawa bioaktif, seperti fenolik, flavonoid, dan antioksidan yang berpotensi membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas. Kandungan tersebut membuat matoa menarik untuk dikenalkan sebagai salah satu pilihan buah lokal yang dapat melengkapi pola makan bergizi seimbang. Jadi, sudah pernah mencoba buah eksotis yang satu ini?
Secara umum, buah matoa memiliki ciri fisik yang cukup khas dan mudah dikenali, di antaranya:
Buah matoa memiliki kulit yang cukup tebal dan keras, sehingga perlu dikupas sebelum dimakan. Warna kulitnya dapat bervariasi dari hijau hingga cokelat kemerahan, tergantung varietas dan tingkat kematangannya.
Daging buah matoa bertekstur kenyal, berair, dan memiliki rasa manis yang khas. Karakter ini membuat matoa sering disamakan dengan perpaduan rambutan, lengkeng, atau leci.
Matoa dikenal memiliki aroma buah yang harum dan cukup khas. Aroma ini menjadi salah satu daya tarik yang membuat pengalaman mengonsumsi matoa terasa lebih unik.
Di bagian tengah buah matoa terdapat satu biji yang diselimuti oleh daging buah. Bentuk ini membuat matoa terlihat mirip dengan lengkeng saat dikupas.
Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), buah matoa mengandung berbagai zat gizi penting, termasuk vitamin dan mineral, seperti:
Buah matoa mengandung vitamin C yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan membantu pembentukan kolagen. Berdasarkan data komposisi pangan Indonesia, setiap 100 gram matoa segar mengandung sekitar 54 mg vitamin C. Vitamin ini juga bekerja sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Beberapa kajian ilmiah menyebutkan bahwa matoa mengandung vitamin E, yaitu vitamin larut lemak yang berperan dalam melindungi sel dari stres oksidatif. Vitamin E juga dikenal mendukung kesehatan kulit dan membantu menjaga fungsi pertahanan alami tubuh. Namun, data kadar vitamin E pada daging buah matoa masih perlu dikaji lebih lanjut secara spesifik.
Matoa dilaporkan mengandung senyawa antioksidan seperti fenolik, flavonoid, dan tanin. Senyawa ini membantu menangkal radikal bebas yang dapat memicu kerusakan sel jika jumlahnya berlebihan. Potensi antioksidan matoa telah banyak dikaji, terutama pada bagian buah dan kulit buahnya.
Buah matoa juga mengandung mineral, termasuk kalsium dan kalium. Dalam 100 gram matoa segar, tercatat sekitar 20 mg kalsium dan 190 mg kalium. Kalsium berperan dalam pemeliharaan tulang, sedangkan kalium membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung fungsi otot serta saraf.
Kandungan vitamin C dalam buah matoa berperan dalam mendukung fungsi sistem imun. Vitamin ini juga membantu tubuh melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin E dan senyawa antioksidan berperan dalam menjaga kesehatan sel kulit. Keduanya membantu melindungi kulit dari stres oksidatif yang dapat mempercepat tanda penuaan.
Buah matoa mengandung senyawa antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas. Hal ini penting untuk membantu menjaga sel tubuh tetap terlindungi dari kerusakan.
Kandungan kalium dalam buah matoa berperan dalam membantu menjaga keseimbangan tekanan darah. Tekanan darah yang terkontrol merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Buah matoa mengandung karbohidrat alami yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Karena rasanya manis, matoa dapat menjadi pilihan camilan buah yang menyegarkan.
Buah matoa dapat dinikmati sebagai pilihan buah segar dengan cara penyajian yang sederhana. Berikut beberapa cara mengonsumsinya:
Cara paling praktis menikmati matoa adalah mengonsumsinya langsung setelah kulitnya dibuka. Daging buahnya yang manis, kenyal, dan berair cocok dijadikan camilan segar.
Matoa dapat ditambahkan ke dalam salad buah untuk memberi rasa manis alami dan tekstur yang unik. Kombinasikan dengan buah lain agar sajian terasa lebih segar dan bervariasi.
Daging buah matoa juga bisa diolah menjadi jus atau campuran minuman dingin. Namun, sebaiknya tidak menambahkan gula berlebihan agar rasa alami dan nilai gizinya tetap lebih terjaga.
Baca Juga: Pentingnya Konsumsi Buah dan Sayur Bagi Kesehatan
Agar mendapatkan rasa yang manis dan tekstur yang enak, pilih buah matoa dengan kondisi yang masih baik. Beberapa hal berikut dapat diperhatikan saat memilihnya:
Buah matoa yang segar umumnya memiliki kulit utuh tanpa retakan atau kerusakan. Kulit yang terlalu keras dapat menandakan buah belum cukup matang.
Matoa yang sudah matang biasanya memiliki aroma khas yang lebih harum. Aroma ini dapat menjadi salah satu tanda bahwa buah siap dikonsumsi.
Buah yang terlalu lembek sebaiknya dihindari karena dapat menandakan kondisi buah sudah terlalu matang atau mulai rusak. Pilih matoa dengan tekstur yang masih padat, tetapi tidak terlalu keras.
Buah matoa adalah buah tropis khas Indonesia yang kaya manfaat dan kandungan gizinya. Dengan kandungan vitamin dan antioksidan, buah ini baik untuk mendukung daya tahan tubuh, kesehatan kulit, hingga kesehatan jantung. Mengonsumsinya sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang bisa menjadi langkah sederhana untuk hidup lebih sehat. Untuk informasi gizi lainnya, jangan ragu untuk bertanya langsung kepada NutriExpert Dapur Umami.