Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Penulis: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
Tempe semangit memang terkenal dengan aromanya yang tajam dan rasanya yang unik, sehingga banyak orang ragu untuk menyantapnya. Tapi jangan salah, di balik aromanya yang kuat, tempe semangit menyimpan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh, terutama protein nabati, vitamin, dan mineral penting. Simak ulasan lengkapnya agar kamu bisa memanfaatkan tempe semangit secara optimal dalam menu harianmu.
Tempe semangit merupakan varian tempe yang mengalami proses fermentasi lebih lanjut setelah tempe segar matang. Proses fermentasi lanjutan ini menghasilkan perubahan signifikan pada aroma, tekstur, dan kandungan gizi tempe tersebut. Tempe ini difermentasi lebih lama, sekitar 5 hari, dibandingkan tempe segar yang hanya 3 hari. Lama fermentasi ini membuat aroma dan rasanya lebih kuat, bahkan sering digunakan sebagai bumbu masakan khas Jawa.
Aroma tempe semangit lebih kuat karena difermentasi lebih lama, sehingga bakteri proteolitik menghasilkan lebih banyak senyawa ammonia dan asam amino bebas, termasuk asam glutamat, yang menimbulkan rasa umami khas. Menurut studi, perbedaan aroma ini membuat tempe semangit memiliki rasa yang lebih kompleks dibandingkan tempe biasa yang memiliki aroma ringan khas kedelai dan tekstur lebih padat serta kenyal. Selain itu, kandungan protein dan asam amino bebas pada tempe semangit juga lebih tinggi, menjadikannya lebih bergizi dan ideal untuk menambah cita rasa alami pada masakan.
Proses fermentasi tempe menggunakan jamur Rhizopus spp. pada kedelai yang telah dimasak dan dikupas. Tempe segar biasanya siap dikonsumsi setelah difermentasi selama sekitar 48 jam, sedangkan tempe semangit dibuat dengan melanjutkan fermentasi lebih dari 72 jam. Fermentasi yang lebih lama ini menyebabkan warna tempe berubah menjadi coklat, aromanya lebih tajam, dan teksturnya lebih lembut.
Baca Juga: Superfood Lokal! Ini Beragam Manfaat Tempe untuk Kesehatan
Proses fermentasi kedelai menjadi tempe meningkatkan kandungan dan kualitas protein, sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh. Selama fermentasi, enzim protease yang dihasilkan oleh Rhizopus dan bakteri menguraikan protein menjadi asam amino bebas, meningkatkan kecernaan sekaligus nilai gizi protein tempe.
Selain itu, kadar asam amino bebas meningkat sebesar 7,3–30%, yang juga berkontribusi pada rasa umami khas tempe. Dengan demikian, fermentasi lanjutan pada tempe semangit tidak hanya memperkuat aroma dan rasa, tetapi juga membuat kandungan protein dan gizi lebih optimal.
Tempe semangit mengandung zat baik yang disebut isoflavon, yang bisa membantu melindungi tubuh dari radikal bebas dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Isoflavon ini paling banyak terbentuk saat tempe difermentasi sekitar empat hari. Selain itu, tempe semangit juga punya potensi mendukung kesehatan karena beberapa penelitian menunjukkan kemampuannya melawan sel kanker.
Jadi, selain menambah rasa lezat pada masakan, tempe semangit juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Tempe semangit mengandung lemak sehat berupa asam lemak tak jenuh, seperti asam oleat dan linoleat, yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Lemak ini dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi sari tempe dapat mendukung penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida.
Perbandingan kandungan gizi antara tempe semangit dan tempe segar menunjukkan bahwa tempe semangit lebih unggul dalam beberapa aspek. Protein pada tempe semangit lebih tinggi dan lebih mudah dicerna karena fermentasi lanjutan, sementara kadar asam amino bebas yang meningkat memberikan rasa umami khas.
Selain itu, tempe semangit mengandung isoflavon dan senyawa bioaktif dalam jumlah lebih besar, yang berperan sebagai antioksidan dan mendukung pengendalian gula darah. Lemak sehat dan asam lemak tak jenuh pada tempe semangit juga lebih tinggi, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
Ini dia beberapa inspirasi mengolah tempe semangit yang bisa kamu coba di rumah:
Tempe semangit dipotong tipis, dibumbui, dan digoreng hingga renyah. Proses penggorengan meningkatkan aroma dan rasa, namun tetap mempertahankan kandungan protein dan asam amino bebasnya yang tinggi.
Dicampur dengan cabai, bawang, dan tomat untuk sambal. Proses tumis ringan membantu mempertahankan kandungan isoflavon dan protein tempe semangit, sekaligus menambah cita rasa umami alami.
Dipotong dadu dan ditumis bersama sayuran. Pengolahan ini menjaga kandungan protein, lemak sehat, dan asam amino bebas tempe semangit, sekaligus menambahkan serat dan vitamin dari sayuran.
Dibungkus daun pisang dan dikukus atau dibakar. Metode kukus/bakar menjaga kandungan gizi tempe semangit, termasuk protein, asam amino bebas, dan senyawa bioaktif, sambil menghasilkan aroma dan rasa khas yang kuat.
Tempe semangit menawarkan rasa umami yang khas sekaligus kandungan gizi tinggi, sehingga bisa menjadi alternatif olahan tempe yang lezat dan menyehatkan.
Konsultasikan pilihan olahan tempe sehat dan menu lainnya dengan NutriExpert Dapur Umami untuk rekomendasi yang tepat sesuai kebutuhanmu!