Kalkulator Gizi

Kalkulator Gizi

Kalkulator Gizi

1

Kalkulator Gizi Dapur Umami membantu kamu mengetahui perkiraan kebutuhan gizi harian berdasarkan data diri, seperti jenis kelamin, usia, tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik.

Selain mengetahui kebutuhan gizi, kamu juga dapat menghitung kandungan gizi dari resep atau bahan makanan pilihanmu. Jumlah dan porsi makanan dapat disesuaikan dengan yang kamu konsumsi untuk memberikan gambaran asupan yang lebih relevan.

Hasil perhitungan akan membandingkan asupan dari menu pilihan dengan kebutuhan gizi harianmu, sehingga kamu dapat melihat gambaran status asupan dan menyimpan hasilnya untuk dilihat kembali.

Manfaat Kalkulator Gizi

1. Lebih memahami kebutuhan gizi

Dapatkan gambaran kebutuhan gizi berdasarkan data diri. Membantu memahami kebutuhan gizi sehari-hari dengan lebih baik.

2. Lebih bijak memilih menu

Kenali kandungan gizi dari makanan yang dipilih. Memudahkan dalam menentukan menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi.

3. Lebih mudah mengatur porsi

Ketahui gambaran asupan berdasarkan jumlah makanan yang dikonsumsi. Dapat menjadi acuan dalam menentukan porsi menu sehari-hari.

4. Membantu merencanakan menu harian

Gunakan hasil perhitungan sebagai referensi dalam menentukan menu sehari-hari. Pilihan makanan dapat direncanakan sesuai dengan kebutuhan gizi.

5. Membantu mengevaluasi pilihan makanan

Lihat kembali hasil perhitungan melalui riwayat yang tersimpan. Hasil sebelumnya dapat menjadi referensi untuk menyesuaikan pilihan menu berikutnya.

Mekanisme Kalkulator Gizi

Dengan Kalkulator Gizi Dapur Umami, kamu bisa mengetahui kebutuhan gizi harian sekaligus menghitung kandungan gizi dari makanan, resep, atau bahan yang kamu konsumsi.

  • Buka menu Kalkulator Gizi di aplikasi Dapur Umami
  • Lengkapi data diri, seperti jenis kelamin, usia, tinggi badan, berat badan, dan aktivitas fisik
  • Setelah data lengkap, sistem akan menampilkan kebutuhan gizi harianmu, termasuk kebutuhan energi dan zat gizi lainnya
  • Untuk menghitung makanan yang dikonsumsi, pilih Tambah Resep atau Tambah Bahan
  • Cari dan pilih resep atau bahan makanan, kemudian sesuaikan jumlah atau porsinya
  • Kamu bisa menambahkan beberapa resep atau bahan sesuai dengan makanan yang dikonsumsi
  • Setelah semua makanan ditambahkan, klik Hitung Sekarang
  • Sistem akan menampilkan hasil perhitungan kandungan gizi dari makanan yang dipilih dan membandingkannya dengan kebutuhan gizi harianmu
  • Lihat ringkasan kebutuhan gizi dan status asupanmu untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kebutuhan harian
  • Jika ingin menyimpan hasil perhitungan, pilih Simpan agar hasil dapat dilihat kembali melalui Riwayat Perhitungan.
  • Kamu juga dapat mengubah data makanan dan melakukan perhitungan kembali sesuai kebutuhan

Catatan:

  • Jika data diri belum lengkap, kamu akan diminta untuk melengkapinya terlebih dahulu sebelum menggunakan fitur Kalkulator Gizi
  • Pastikan data diri serta jumlah atau porsi makanan yang dimasukkan sudah sesuai agar hasil perhitungan lebih relevan
  • Hasil perhitungan dapat digunakan sebagai referensi untuk membantu memperhatikan kebutuhan dan asupan gizi harianmu

Referensi:

  • Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
  • Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2003). Food energy: Methods of analysis and conversion factors. Report of a technical workshop, Rome, 3-6 December 2002 (FAO Food and Nutrition Paper No. 77). Rome: FAO.
  • Institute of Medicine. (2005). Dietary reference intakes for energy, carbohydrate, fiber, fat, fatty acids, cholesterol, protein, and amino acids. Washington, DC: The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/10490
  • Jensen, M. D., Ryan, D. H., Apovian, C. M., Ard, J. D., Comuzzie, A. G., Donato, K. A., Hu, F. B., Hubbard, V. S., Jakicic, J. M., Kushner, R. F., Loria, C. M., Millen, B. E., Nonas, C. A., Pi-Sunyer, F. X., Stevens, J., Stevens, V. J., Wadden, T. A., Wolfe, B. M., & Yanovski, S. Z. (2014). 2013 AHA/ACC/TOS guideline for the management of overweight and obesity in adults. Circulation, 129(25 Suppl. 2), S102-S138. https://doi.org/10.1161/01.CIR.0000437739.71477.ee
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2020. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  • Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian Riset dan Teknologi, & Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. (2012). Panduan dan abstrak Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) X Tahun 2012. Jakarta.
  • Mifflin, M. D., St Jeor, S. T., Hill, L. A., Scott, B. J., Daugherty, S. A., & Koh, Y. O. (1990). A new predictive equation for resting energy expenditure in healthy individuals. The American Journal of Clinical Nutrition, 51(2), 241-247. https://doi.org/10.1093/ajcn/51.2.241
  • National Health Service. (2023). Healthy ways to gain weight. NHS.
  • Prihartini, S., Permanasari, Y., & Julianti, E. D. (2014). Buku Foto Makanan: Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI 2014). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  • Ramirez-Marrero, F. A., Edens, K. L., Joyner, M. J., & Curry, T. B. (2014). Predicted vs. actual resting energy expenditure and activity coefficients: Post-gastric bypass, lean and obese women. Obesity & Control Therapies, 1(2), 1-7. https://doi.org/10.15226/2374-8354/1/2/00109