Berat Badan Mama Susah Naik? Yuk, Cobain Diet TETP (Tinggi Energi Tinggi Protein)

Apakah Mama termasuk salah satu orang yang sedang melakukan program diet untuk meningkatkan berat badan? Memang benar Ma, bagi sebagian besar orang meningkatkan berat badan tubuh agar mencapai ideal bukanlah perkara yang mudah. Tidak jarang juga beberapa orang kadang mulai merasa lelah dan menyerah dengan kondisi tersebut. Kadang beberapa juga memilih jalan instan dengan mengonsumsi produk-produk tertentu yang belum terbukti secara ilmiah keberhasilannya dalam meningkatkan berat badan. Alih-alih ingin menambah berat badan, yang terjadi justru risiko penyakit lainnya seperti gagal ginjal. Nah, sebenarnya untuk meningkatkan berat badan Mama dapat melakukan diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP). Seperti apakah diet TETP?


Diet TETP merupakan diet yang mengonsumsi makanan tinggi energi (kalori) dan tinggi protein diatas kebutuhan harian. Diet menggunakan bahan makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari dengan menambahkan makanan yang mengandung protein tinggi, misalnya telur, susu, daging dan ikan. Diet TETP selain bertujuan untuk meningkatkan berat badan agar mencapai normal juga dapat mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh pada individu yang mengalami kekurangan gizi. Diet TETP juga banyak diaplikasikan pada pasien yang mengalami Kurang Energi Protein (KEP), pasca operasi tertentu, pasien radioterapi, pasien luka bakar, pasien hipertiroid, ibu hamil dan ibu post-partum (melahirkan) dalam fase pemulihan sehingga membutuhkan energy dan protein tinggi. Berikut adalah syarat-syarat diet TETP.


  • Energi (kalori) tinggi, yaitu sebesar 40-45 kkal/kg BB.
  • Protein tinggi, yaitu sebesar 2.0-2.5 g/kg BB.
  • Lemak cukup, yaitu sebesar 10-25% dari kebutuhan energy harian.
  • Karbohidrat cukup, yaitu sebesar 50-65% dari kebutuhan energy harian.
  • Vitamin dan mineral cukup, yaitu sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) menurut usia dan jenis kelamin.

Ada beberapa bahan pangan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan saat menjalani diet TETP. Sumber karbohidrat yang dianjurkan adalah nasi, roti, ubi, jagung dan lain sebagainya. Sumber protein yang dianjurkan antara lain daging sapi, telur, ayam, ikan, susu, keju, yoghurt, dan lain sebagainya. Sumber lemak yang dianjurkan antara lain minyak kelapa, margarin, mentega dan salad dressing. Sedangkan sumber lemak yang tidak dianjurkan adalah minyak atau kelapa (santan) kental. Semua jenis buah-buahan dan sayur-sayuran dapat dikonsumsi selama menjalani diet TETP dengan jumlah buah sebanyak 1/3 bagian atau setara dengan150 gram per hari dan sayur sebanyak 2/3 bangian atau setara dengan 250 gram per hari. Nah agar tidak bingung, Mama bias mencoba contoh menu diet TETP berikut.


  •  Sarapan: 1 porsi nasi (250 gram), Omelet telur 1 buah (80 gram), semur daging 2 potong (80 gram), Capcay sayur 1 porsi (100 gram), Apel 1 buah (50 gram).
  •  Snack atau selingan pagi: Bubur kacang hijau satu mangkok (150 gram).
  • Makan siang: Nasi 1 porsi (250 gram), Ayam teriyaki 1 porsi (80 gram), Telur pindang 1 buah (80 gram), Cah sawi dan wortel 1 porsi (100 gram), Jeruk 1 buah (50 gram), Susu 1 gelas (200 mL).
  • Snack atau selingan sore: Ubi rebus 1 potong (60 gram), melon 1 potong sedang (150 gram).
  • Makan malam: Nasi 1 porsi (250 gram), ayam bakar 1 potong (80 gram), Lalapan mentimun, kacang panjang, kol, dan selada 1 porsi (100 gram), tempe bakar 1 potong (40 gram), yoghurt 1 porsi (200 mL).

Nah, setelah mengetahui tentang diet TETP diatas, semoga Mama semangat ya meningkatkan berat badan. Selain menjalani diet TETP, jangan lupa untuk senantiasa menerapkan pedoman gizi seimbang dengan tetap berolahraga, cukup cairan dari air putih (3-2.5 L) per hari, selalu memantau berat badan tubuh, cukup istirahat dana manajemen stress yang baik. Asupan GGL juga tetap menjadi hal yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan seharihari, dimana konsumsi gula dalam sehari maksimal sebanyak 50 gram, garam sebanyak 5 gram dan lemak sebanyak 67 gram. Semoga sehat selalu ya Ma!