Seperti Apa Cita Rasa Surabaya?

“Cita rasa Indonesia selalu dicirikan dengan gabungan antara asin, manis, pedas, gurih, dan kering,” begitu kata pakar kuliner William Wongso. Nah, kali ini kita akan sedikit mengenali cita rasa Indonesia yang lebih spesifik. Mari kita ke kota terbesar kedua di Indonesia, yaitu kota Surabaya. 


Seperti apa cita rasa masakan dari kota Pahlawan ini? Untuk mengetahui lebih dekat, mari kita lihat beberapa contoh masakan yang paling terkenal dari kota ini. 


Rujak Cingur

Rujak adalah versi Jawa Timur dari salad. Kuliner yang terdiri dari campuran berbagai bahan ini paling dicirikan dengan bumbu yang merupakan campuran antara dua bahan utama yaitu kacang tanah dan petis. Untuk isinya, yang paling menonjol dan memberi nama bagi makanan ini adalah “cingur” atau bagian mulut dari sapi.


Selain bumbu dan cingur, bahan lain untuk kuliner ini sangat beragam. Saking beragamnya, kita menemukan mulai dari tahu dan tempe goreng, sayur kukus, lontong, hingga buah segar seperti nanas dan mentimun.


Cita rasa yang khas dari kuliner ini adalah gabungan dari rasa gurih dan legitnya petis dan cingur, pedasnya cabe, dan segarnya sayur-sayuran kukus. 


Rujak Cingur, Wakil Cita Rasa Surabaya

Rujak Cingur, Wakil Cita Rasa Surabaya – Sumber: Wikipedia


Lontong Balap

Kuliner kedua yang juga sangat khas dari kota Surabaya adalah lontong balap. Di Jawa Timur, lontong balap ini begitu terkenal karena memang pernah masuk ke salah satu lagu karya Mus Mulyadi, yaitu “Semanggi Suroboyo.” Rasanya adanya gabungan dari kuah sederhana yang gurih dan sayur matang. 


Bumbu untuk kuah lontong balap terbilang sederhana. Rasanya pun ketika jadi tidak terlalu menonjol. Namun, ketika dipadukan dengan taoge, tahu goreng, dan lentho (semacam bakwan kacang tolo), dan sambal petis, kita akan mendapatkan sajian hidangan yang cocok baik untuk malam maupun siang hari. 


Meskipun ada banyak berbagai bahan yang dipakai di sini, cita rasa yang cukup menonjol dari kuliner ini adalah petis udangnya. Gabungan antara gurih dan legit dari petis ini bisa melebur sempurna dengan kuah panas dan taoge yang dimasak setengah matang itu. 


Siapa saja yang pernah menghabiskan masa hidupnya di Surabaya pasti tidak akan pernah lupa kuliner satu ini. Termasuk di antaranya adalah Ari Lasso, mantan vokalis band Dewa 19 yang menghabiskan masa sekolahnya di Surabaya. 


Sate Kelapa

Kuliner ketiga yang tak bisa dilepaskan dari kota surabaya adalah sate kelapa, atau yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai “sate klopo.” Kuliner ini memiliki gabungan aroma daging panggang yang sangat akrab di berbagai tradisi kuliner Indonesia maupun dunia, rasa gurih parutan kelapa, serta sambal kacang berkecap yang legit. 


Berbeda dengan kebanyakan sate di Indonesia yang biasanya dibuat dari daging ayam atau daging kambing, sate kelapa menggunakan daging sapi. Daging sapi ini dibalur dengan bumbu yang terdiri dari sejumlah rempah-rempah yang dicampur dengan parutan kelapa muda. Daging yang dibaluri bumbu berkelapa ini kemudian dipanggang di atas arang seperti layaknya sate. 


Untuk penyajiannya, sate ini mirip dengan sate madura yang menggunakan sambal kacang, kecap, dan irisan bawang merah mentah. 


Seperti bisa dibayangkan dari gambaran singkat ini, kekhasan cita rasa sate kelapa terletak pada baluran bumbu kelapanya. Dengan dipadu bumbu kacang dan kecapnya yang cenderung pedas manis itu, nasi dua piring pun bisa dihabiskan remaja. 


Dari ketiga kuliner khas Surabaya ini, ada satu hal yang tak bisa lepas. Sambal dengan berbagai bahan dan kekhasan rasanya adalah sesuatu yang tak bisa dilepaskan. Bahkan, untuk masakan berkah seperti lontong balap, sambal petis pun menjadi elemen yang penting. 


Uniknya, alih-alih hanya memberikan rasa pedas, sambal khas Surabaya ini tak lepas dari rasa legit dan gurih, baik itu dari petis maupun dari kecap manis. Inilah kiranya cita rasa Surabaya. 


sumber:https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/e0/Rujak_Cingur.jpg