Penggunaan Minyak Zaitun Yang Harus Mama Tahu

Seperti yang kita ketahui, minyak zaitun memiliki berbagai kandungan dan manfaat. Namun Mama perlu pastikan untuk tidak melakukan kesalahan di bawah ini agar tidak terjadi kesalahan dalam memasak menggunakan minyak zaitun. 


Kenapa begitu, karena ketika terjadi kesalahan memasak ini, tidak hanya nutrisi dan kandungan baik pada zaitun yang hilang, namun juga dampaknya terhadap kesehatan menjadi tidak baik. 


Yuk, Ma, mari kita simak beberapa poin kunci tentang penggunaan minyak zaitun untuk mengatasi kesalahan menggunakan minyak yang dalam bahasa Inggris disebut olive oil ini.


Mengenali minyak zaitun yang akan digunakan

Yang pertama diperlukan adalah memastikan untuk mengenal terlebih dahulu minyak zaitun yang Mama pergunakan sebelum memasak.


Mama bisa lihat pada kemasan atau botol minyak zaitun. Apakah di situ tertera ekstra virgin olive oil atau yang biasa dikenal sebagai EVOO atau light olive oil. 


Apa sih beda keduanya? Ekstra virgin olive oil ini memiliki bau dan sensasi menyengat dari minyak zaitun ini, sehingga minyak zaitun ini paling baik digunakan sebagai salad dressing atau topping saja. Dia tidak dianjurkan untuk menggoreng. 


EVOO ini memiliki titik asap yang sangat rendah, jadi kalau digunakan untuk menggoreng maka nutrisi yang terkandung di dalamnya akan hilang.


Kunci menggoreng dengan minyak zaitun

Ketika menggunakan minyak zaitun sebagai pengganti minyak goreng biasa, Mama perlu mengetahui bahwa suhu maksimal minyak zaitun tidaklah sama dengan minyak goreng yang biasa Mama pakai.


Karena titik didih yang lebih rendah ini, maka nutrisi dalam minyak zaitun mudah rusak, dan tidak memiliki kandungan baik lagi. 

Oleh karenanya tidak dianjurkan menggunakan minyak zaitun untuk menggoreng atau deep frying. 


Namun, minyak zaitun tetap bisa digunakan dalam proses menumis masakan. Itu karena dalam menumis masakan, kita tidak membutuhkan suhu yang terlalu panas dan waktu yang lama. Cita rasa makanan yang dipakai jadi lebih kuat, apalagi kalau penyedapnya pakai MASAKO®. Mama pasti setuju kalau soal ini.


Hati-hati menyimpan minyak zaitun

Cahaya matahari dan panas kompor yang berlebihan dapat merusak komposisi dari minyak zaitun. Karena itu usahakan menyimpan minyak zaitun ini dalam botol kaca gelap dan disimpan di lemari yang terlindung dari sinar matahari langsung. 


Hindari pula menyimpan atau meletakkan minyak zaitun dekat kompor. Saat membeli minyak zaitun, Mama juga harus memastikan pada label tercetak tanggal produksi dan kadaluarsa.


Sebaiknya Mama tidak menggunakan minyak zaitun virgin yang diproduksi sudah lebih dua tahun seperti disebutkan di situs OliveOil.com.


Waspadai konsumsi berlebihan

Dalam penggunaannya, Mama tetap harus menggunakan minyak zaitun sesuai dengan batas wajar dan takarannya saja. Walaupun namanya light olive oil, atau minyak zaitun yang ringan, bukan berarti minyak ini 100 persen bebas lemak dan rendah kalori.


Yang dimaksudkan light di sini adalah aromanya yang tidak sekuat EVOO. Jadi, meskipun Mama memanfaatkan light olive oil ini dalam salad, tetap lakukan dalam takaran sewajarnya. 

Jika dengan takaran berlebihan maka akan tetap melebihi lemak dan kalori harian pada tubuh seperti sempat disinggung ahli gizi dr. Furhman


Penggunaan minyak zaitun pada adonan roti

Kesalahan persepsi yang satu ini juga sering terjadi dan dilakukan oleh Mama dirumah. Beberapa resep adonan roti memerlukan bahan minyak dalam adonannya. Namun minyak zaitun bukanlah pilihan yang tepat bila digunakan sebagai campuran adonan kue yang cenderung manis, karena akan merusak rasa.


Mama tetap harus menggunakan jenis minyak yang sesuai dengan resep yah.


Demikian beberapa hal yang perlu Mama waspadai dalam memasak menggunakan minyak zaitun. Semoga Mama tidak pernah dan tidak akan pernah salah dalam penggunaannya ya?