Mengenal Diet Purin Rendah untuk Penderita Asam Urat

Mengelola konsumsi makanan sehari-hari yang baik bagi penderita asam urat bukanlah hal yang mudah. Kurangnya pengetahuan terkait jenis makanan yang dianjurkan dan yang sebaiknya dihindari pada penderita asam urat masih terbatas. Konsumsi makanan yang tidak tepat misalnya tinggi purin dan lemak justru dapat memperberat rasa sakit yang dialami oleh penderita asam urat. Lalu bagaimana selanjutnya diet yang tepat bagi penderita asam urat agar tetap optimal menjalani aktivitas sehari-hari? Artikel Dapur Umami kali ini akan membahas secara rinci terkait diet purin rendah untuk penderita asam urat. 


Asam urat adalah salah satu jenis penyakit arthritis yang disebabkan oleh abnormalitas metabolisme purin di dalam tubuh sehingga kadar asam urat yang ada di dalam darah mengalami peningkatan dibandingkan kondisi sebelumnya. Asam urat ditandai dengan penimbunan kristal berupa garam asam urat pada persendian sehingga lutut dan jari akan mengalami peradangan yang ditandai dengan rasa sakit dan nyeri. Diet purin rendah merupakan salah satu jenis diet yang dapat diterapkan pada penderita asam urat. Diet purin rendah yang disertai dengan diet lemak rendah juga dapat membantu program penurunan berat badan dan mengoptimalkan kesehatan. Diet purin rendah bertujuan mencapai berat badan yang ideal dan kadar asam urat dalam darah normal pada penderita asam urat. Berikut adalah syarat-syarat atau panduan menjalani diet purin rendag untuk penderita sama urat.


  • Kebutuhan energi sesuai dengan kebutuhan beradarkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik dan tingkat stres. Pada individu yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas, kebutuhan energy dapat dikurangi sebesar 500 kkal hingga mencapai berat badan ideal.
  • Kebutuhan protein cukup, yaitu sebesar 1.0-1.2 gram/ kg BB atau sebesar 10-15% dari total kebutuhan energi harian.
  • Hindari bahan pangan sumber protein yang mengandung purin lebih dari 150 mg/ 100 gram bahan pangan.
  • Kebutuhan lemak sedang, yaitu sebesar 20-25% dari total kebutuhan energi harian.
  • Kebutuhan karbohidrat dapat diberikan dalam jumlah lebih banyak, yaitu sebesar 65-75% dari total kebutuhan energi harian. Pada penderita asam urat yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas, lebih disarankan mengonsumsi sumber karbohidrat kompleks seperti jagung, beras merah, ubi dan lain sebagainya.
  • Kebutuhan vitamin dan mineral cukup, yaitu sesuai dengan tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) menurut usia dan jenis kelamin.
  • Konsumsi cairan cukup, yaitu sebanyak 2.0-2.5 liter per hari.

Diet purin rendah ini dapat diberikan pada individu yang memiliki kadar asam urat dalam darah lebih dari 7.5 mg/dL. Diet rendah purin terdiri atas dua jenis yaitu Diet Purin Rendah I (1500 kkal) dan Diet Rendah Purin II (1700 kkal). Penderita asam urat yang akan menjalani diet rendah purih harus memahami pengelompokan bahan pangan yang mengandung purin dengan baik. Berikut adalah pengelompokan bahan pangan yang mengandung purin.


  • Kelompok 1: merupakan bahan pangan yang mengandung purin tinggi yaitu sebesar 100-1000 mg purin/100 gram bahan makanan. Bahan makanan ini sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan peningkatan kristal asam urat. Contohnya, jeroan, otak, hati, ginjal, jantung, remis, sarden, mackerel, kerang dan bebek.
  • Kelompok 2: merupakan bahan pangan yang mengandung purin sedang yaitu sebesar 9-100 mg purin/ gram bahan pangan. Bahan makanan ini masih diperbolehkan untuk dikonsumsi dengan batas tertentu yaitu sebanyak 50-75 gram untuk daging dan ikan serta 100 gram untuk sayuran per hari. Contohnya, daging sapi, udang, ayam, kacang kering, bayam, melinjo, daun singkong, kangkung, dan asparagus.
  • Kelompok 3: merupakan bahan pangan yang mengandung purin rendah dan jumlahnya dapat diabaikan. Bahan pangan ini dapat dikonsumsi sehari-hari. Contohnya, nasi, jagung, singkong, ubi, susu, keju, telur, sayuran (kecuali daftar sayuran pada kelompok 2), dan buah-buahan.

Setelah mengetahui daftar makanan yang dianjurkan dan dibatasi bagi penderita asam urat, Mama dapat mengaplikasikannya dalam sehari-hari. Mama dapat mengolah bahan makanan tersebut di rumah agar lebih terjamin kualitasnya. Berikut adalah contoh menu diet rendah purin yang dapat menjadi inspirasi masakan Mama.


  • Sarapan: Nasi 1 porsi (200 gram), telur pindang 1 buah (80 gram), tumis labu siam dan wortel 1 porsi (80 gram), jeruk 1 buah (50 gram), susu rendah lemak 1 gelas (200 mL).
  • Snack atau selingan pagi: Pisang kukus 2 buah sedang (100 gram).
  • Makan siang: Nasi 1 porsi (200 gram), ikan nila bakar 1 potong (60 gram), lalapan sayur ketimun, kol, dan sawi 1 porsi (100 gram), melon 1 potong sedang (180 gram).
  • Snack atau selingan sore: Buah potong 1 mangkok (150 gram).
  • Makan malam: Nasi 1 porsi (200 gram), pepes ayam 1 potong (40 gram), sayur bening labu dan okra hijau 1 porsi (50 gram), apel 1 buah (50 gram).

Proses penerapan diet purin rendah memang tidak mudah dan membutuhkan konsistensi setiap harinya. Memiliki pola makan yang baik dan teratur membuat kita juga terbiasa hidup sehat dan optimal menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui diet purin rendah ini juga diharapkan kadar asam urat dalam darah dapat kembali normal dan kembali sehat seperti sedia kala.