Mengenal BCAA, Asam Amino untuk Pembentukan Massa Otot

Branched-Chain Amino Acid (BCAA) merupakan jenis asam amino esensial yang memiliki peranan penting dalam pembentukan massa otot. BCAA terdiri dari asam amino leusin, isoleusin dan valin. Selain berperan penting dalam pembentukan massa otot, BCAA juga membantu pencegahan komplikasi yang diakibatkan dari penyakit hati. BCAA sendiri dapat diperoleh melalui asupan makanan sehari-hari dan suplemen. Contoh bahan pangan yang mengandung BCAA adalah telur, ikan, susu, keju, daging sapi, daging ayam, tempe dan tahu. Sedangkan dalam bentuk suplemen, BCAA terkandung dalam bubuk whey protein. BCAA yang dikonsumsi melalui bentuk suplemen harus sesuai dengan dosis yang terdapat dalam kemasan.


BCAA memiliki banyak manfaat bagi tubuh, terutama jaringan otot. BCAA mengandung asam amino leusin yang dapat menstimulasi enzim pembentuk massa otot. Namun, sebagai catatan, konsumsi BCAA saja tidak cukup untuk membentuk massa otot. Pembentukan massa otot harus diimbangi dengan olahraga yang memadai agar maksimal. Jenis olahraga yang efektif untuk membangun massa otot adalah angkat beban (weight lifting). 


Saat berolahraga, terutama olahraga dalam durasi yang lama dengan intensitas berat seperti angkat beban kadang menyebabkan rasa nyeri. Rasa nyeri saat atau setelah berolahraga ini juga dapat terjadi pada individu yang sudah lama tidak berolahraga dan mencoba kembali olahraga. Pada awal mula, ada risiko untuk mengalami rasa nyeri yang dapat mereda secara perlahan dalam kurun waktu 1 hingga 3 hari berikutnya. Asupan BCAA sebelum latihan dapat membantu meminimalisir rasa nyeri dan kerusakan otot saat melakukan olahraga.


Kelelahan saat berolahraga merupakan hal yang wajar dialami setiap individu. BCAA juga memiliki peranan penting dalam meminimalisir rasa kelelahan saat dan setelah olahraga. BCAA dapat membantu menurunkan produksi hormon serotonin. Hormon serotonin merupakan hormone yang memberikan sinyal lelah saat melakukan olahraga. Ketika produksi hormone serotonin mengalami penurunan, maka rasa lelah saat berolahraga juga akan mengalami penurunan.


BCAA dapat membantu mengurangi terjadi atrofi otot. Atrofi otot adalah kondisi dimana massa otot mengalami pengecilan. Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya atrofi otot diantaranya defisiensi zat gizi, penyakit kronik tertentu seperti kanker dan juga faktor usia. Semakin bertambahnya usia, maka risik terjadinya atrofi otot juga semakin meningkat. Konsumsi BCAA memiliki peranan penting untuk memperlambat bahkan mencegah terjadinya pengecilan otot tersebut. 


Kebutuhan rata-rata BCAA orang dewasa di Indonesia adalah 9-12 gram. Kebutuhan BCAA dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan sumber protein hewani setiap hari. Misalnya 100 gram dada ayam dan 100 gram daging sapi. Sedangkan ketika seseorang ingin meningkatkan massa ototnya, asupan BCAA meningkat menjadi 10-20 gram setiap hari. Nah, di atas adalah manfaat BCAA untuk meningkatkan massa otot. Agar peningkatan massa otot lebih optimal, jangan lupa rutin berolahraga, ya.