Kuliner Italia dengan Cita Rasa Indonesia: Sumber Inspirasi

Kalau orang bilang bahwa dunia sudah tidak lagi memiliki sekat-sekat, sepertinya itu tidak salah sama sekali. Contoh yang paling dekat ada di sekitar kita, yaitu pada apa yang kita makan. Saat ini, sudah tidak lagi mustahil menemukan makanan Eropa dengan cita rasa Indonesia yang bisa dijadikan inspirasi.

Ayo kita mulai dengan pertanyaan “apa sih yang paling kuat mempengaruhi cita rasa tertentu?” Jawabannya biasanya mudah: jenis-jenis bumbu atau rempah yang digunakan. Bahan boleh saja sama, tapi ketika bumbu yang digunakan berbeda, maka yang tercipta adalah cita rasa makanan yang berbeda.

Contohnya sederhana: berbagai olahan nasi. Beras dan nasi dipakai di mana-mana mulai dari timur tengah sampai timur jauh (atau Asia Timur). Namun karena rempah-rempah yang dipakai berbeda-beda, maka hasilnya pun berbeda.

Di timur tengah dan India ada nasi briyani dengan aroma kapulaga yang dominan. Di Jawa ada nasi goreng dengan aroma bawang merah dan bawang putih yang gurih. Di Asia timur kita bisa makan nasi goreng dengan aroma minyak wijen yang khas.

Nah, sekarang waktunya Mama melihat beberapa kuliner Italia yang kita pinjam bahan pokoknya untuk dipadukan dengan cita rasa nusantara.


Pizza Balado dan Pizza Sate Ayam

Yang pertama ini sepertinya satu kuliner Italia yang sudah diakrabi masyarakat Indonesia sejak sebuah gerai pizza internasional datang ke Indonesia di era 80-an dan 90-an. Pizza sendiri pada dasarnya adalah hidangan dengan roti pipih yang disajikan dengan saus tomat dan keju.

Namun, seiring waktu, pizza tidak hanya menjadi milik bangsa Italia. Bahkan, salah satu yang membuat pizza terkenal di seantero dunia adalah melalui film-film Hollywood, termasuk Teenage Mutant Ninja Turtles alias Kura-kura Ninja. Demikian pula dengan variasinya. Saat ini bisa ditemukan berbagai jenis pizza yang tidak lagi murni Italia.

Untuk konteks Indonesia, kita bisa menemukan beberapa jenis pizza yang memadukan cita rasa lokal. Salah satu yang viral beberapa waktu yang lalu adalah Pizza Balado dan pizza sate ayam.

Untuk Pizza Balado, bahan-bahan yang dibutuhkan cukup sederhana: roti pipih untuk pizza, keju mozarella, bumbu balado, fillet ayam. Proses yang dibutuhkan juga tidak jauh berbeda dengan pizza pada umumnya. Bedanya adalah, alih-alih menggunakan saus marinara atau bolognese, mama menggunakan bumbu balado dengan potongan ayam yang telah dimasak dengan penyedap rasa untuk topping.

Pizza yang kedua adalah pizza sate ayam. Bahan-bahannya juga cukup roti pipih, keju mozarella, bumbu kacang untuk Sate Madura, bawang merah iris tipis, dan fillet dada ayam yang dipotong dadu. Cara pembuatannya juga seperti pizza balado.

Di Amerika Serikat, pizza yang menggunakan saus barbeque memang sudah cukup lazim. Namun, saus barbeque yang dipakai adalah saus hickory. Ketika menggunakan sambal kacang untuk sate madura, tentu cita rasa yang dihasilkan pun berbeda. 


Spaghetti Rendang dan Sambal Matah

Kelompok yang kedua adalah makanan berbahan utama spaghetti. Lazimnya, spaghetti atau pasta secara umum dinikmati dengan saus bolognese atau dengan dimasak sebagai aglio olio atau variasi dengan minyak dan bawang putih. Namun, orang Indonesia juga tak mau kalah dan menggabungkan menyisipkan cita rasa lokal ke dalam pasta.

Yang pertama adalah spaghetti bumbu rendang. Secara kasar, cara masak spaghetti ini menyerupai cara masak spaghetti dengan saus bolognese. Tapi, alih-alih mencampur daging giling dengan saus bolognese, Mama perlu menambahkan daging giling ke saus yang dibuat dari Sajiku bumbu rendang, santan, dan bawang bombay serta cabe kering.

Maka, yang mama dapatkan adalah saus rendang dengan daging giling. Secara tekstur, saus ini tak berbeda dengan saus bolognese, tapi cita rasanya Indonesia.


Spaghetti Sambal Matah memiliki tekstur Italia tapi dengan cita rasa nusantara

 

Cara yang kedua adalah aglio olio dengan sambal matah. Untuk resep spaghetti ini, Mama bisa menggunakan aglio olio dari Delito sebagai sausnya. Tapi, mama perlu menambahkan cabe rawit, bawang merah, daun bawang, serai, dan terasi. Setelah mama tambahkan daging ayam ayam, maka yang ada adalah aglio olio dengan cita rasa lokal.

Mengasyikkan bukan ketika makanan dari Italia ini bisa hadir di meja makan kita dengan cita rasa lokal yang lebih cocok di lidah? Dua jenis makanan ini pastinya bisa menjadi inspirasi bagi Mama saat ini melakukan berbagai kreasi dengan resep internasional.