Gemar Daging Sapi? Kenali Manfaat dan Antisipasi Risikonya

Di antara berbagai jenis daging yang ada, daging sapi termasuk yang paling digemari. Memang daging ayam masih jauh lebih populeri. Tapi, sebuah data yang dilansir Kumparan menyebutkan bahwa saat ini daging sapi lebih banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Dia tidak lagi dianggap sebagai bahan pangan mewah.


Hal ini masuk akal. Daging sapi memiliki banyak kandungan gizi dan rasanya lezat. Cita rasanya bahkan sudah gurih sejak awalnya dan banyak dipakai sebagai bahan penyedap rasa. Namun, selalu ada dua sisi dari segala hal. Daging merah ini juga punya memiliki risiko terhadap kesehatan.


Tapi, Mama tidak perlu sampai paranoid. Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang bisa didatangkan oleh daging sapi. Dalam artikel ini, Mama akan mengetahui lagi berbagai manfaatnya sekaligus sejumlah cara untuk mengantisipasi risikonya.


Manfaat

Satu hal yang tak perlu diragukan tentang manfaat daging sapi adalah protein dan zat besi yang dikandungnya. Protein yang dikandungnya terbilang sangat tinggi, dan ini dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan dan perbaikan sel.


Asupan protein hewani ini menjaga massa otot kita dan mencegah sarkopenia. Apa itu sarkopenia? Kondisi ini adalah penurunan massa otot seiring bertambahnya usia. Pendeknya, sarkopenia menyebabkan otot menyusut dan tubuh menjadi lembek dan cepat lelah.


Satu zat paling penting yang ada di daging merah ini adalah zat besi. Zat besi membantu produksi hemoglobin dalam tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang gejalanya bermacam-macam mulai dari lemah, pucat, mudah merasa kedinginan, dan lain-lain.


Dan, kalau Mama masih belum yakin soal daging sapi, ingat satu zat ini: asam lemak omega 3. Zat ini sangat bagus untuk otak dan sering kali dihubungkan dengan peningkatan kecerdasan. Karena itu, tidak salah bila orang bilang makan sapi membuat pintar.


Risiko

Terlepas dari seluruh manfaat baik yang dimilikinya, daging sapi juga memiliki beberapa hal yang perlu diwaspadai. Hal yang paling perlu diwaspadai dari daging sapi adalah kandungan kolesterolnya. Di antara tiga daging yang paling populer di Indonesia (yaitu daging sapi, ayam, dan kambing), daging sapi memiliki kadar kolesterol paling tinggi.


Ketika kolesterol ini mengendap di dalam pembuluh darah, masalah dalam kesehatan akan mulai muncul. Masalah-masalah yang bisa muncul ini antara lain penyakit jantung, penyakit periferi (nyeri sendi di kaki dan lain sebagai), batu empedu, dan bahkan stroke (ketika penyumbatan terjadi di otak).


Antisipasi Risiko Daging Sapi

Untungnya, banyak usaha yang telah dilakukan para ilmuwan untuk mengenali daging sapi. Alhasil, kita pun saat ini tahu berbagai cara untuk mengantisipasi efek sampingannya. Mari kita lihat beberapa strategi yang bisa Mama praktikkan mulai saat ini.

Yang pertama adalah tentu saja dengan menjaga agar tidak mengkonsumsi terlalu banyak daging sapi dengan frekuensi yang terlalu kerap. Cara yang paling sederhana adalah mencoba melakukan variasi atas sumber protein kita. Kalau Mama mengkonsumsinya tiga kali dalam seminggu, maka cara yang bijak adalah mengganti salah satu porsi daging sapi dengan protein nabati.


Makan daging sapi dengan banyak sayuran untuk mengantisipasi kolesterol


Kedua, Mama bisa mencoba mengkonsumsi cukup banyak sayuran dan buah untuk menemani daging yang sedang menjadi lauk utama. Serat yang banyak didapatkan dalam sayuran dan buah ini bisa mengurangi penyerapan kolesterol oleh tubuh.


Ketiga, saat mengolah daging sapi, ada beberapa strategi yang bisa dicoba agar kolesterol daging bisa dikurangi semaksimal mungkin:


  1. tidak menyertakan kulit binatang
  2. menyingkirkan sebanyak mungkin lemak yang dapat dilihat dari daging
  3. memilih daging rendah lemak, misalnya gandik,
  4. membuang lemak yang keluar dari daging ketika merebusnya, dan
  5. memilih cara memasak yang memungkinkan keluarnya lemak, misalnya dengan dipanggang.


Nah, setelah melihat berbagai informasi di atas, pastinya Mama sekarang lebih yakin dan tenang saat menghadapi daging merah yang satu ini. Mari kita gali seluruh kekayaan gizinya dan antisipasi sedikit dampak negatifnya.